Kabar Kesehatan – Keringat Berlebih Itu Gejala Gangguan Mental

Studi yang sudah dilakukan pada Saint Louis Universitas sekolah kesehatan telah menyebutkan ada 27 % orang dengan adanya hiperhidrosis telah terbukti positif terkena depresi. Sekitar ada 21 % pengidap hiperhidrosis juga bisa mengakui memiliki kecemasan yang berlebihan.

Tapi, di dalam studi tak menunjukkan sebuah bukti hiperhidrosis telah menyebabkan dari kedua gangguan mental itu. “dalam beberapa kasus, HIdrosisi yang ada di gejala yang telah menyertai kecemasan yang berlebihan,” jelas Dr. Youwen Zhou seorang ketua peneliti yang sudah dikutip dari live Science pada hari Sabtu, 10/12/2016.

Dan sementara Dr. Dee Glaser yaitu seorang professor dermatologi yang ada di Saint Louis University sekolah Medis yang tak terlibat dalam penelitian telah menyebutkan stu tersebut tak dapat menjadi dasr bahwasannya mengontrol hiperdrosis dapat mengatasi kecemasan dan juga depresi.

Bagi Glaser adanya hiperdrosis dapat menjadi pertimbangan lebih lanjutnya untuk diagnose depresi     & juga kecemasan yang berlebihan. “jika memang diperlukan dermatologi dapat merujuk untuk pasien hiperhidrosis  ke psikolog guna didiagnosa untuk lenbih lanjutnya,” jelasnya.

Hiperhidrosis adalah suatu kondisi medis diamana seseorang akan memproduksi keringat secara tiba-tiba dan juga berlebihan, termasuk juga disaat mereka dalam keadaan yang santai ataupun tengah ada di ruangan yang sejuk.

Dari kondisi itulah bagi Internasional Hyperhidrosis Society dapat mengatasai dengan adanya anti perspirant yang kuat, terapi elektrik dan suntik botox gunamengurangai aktivitas kelenjar keringat di dalam tubuh.

Dan disisi lainnya hiperhidrosis bisa membuat orang menjadi merasa rendah diri dan juga memilih menghindari aktivitas social. Hal tersebut dapat menjadi pemicu depresidan juga kecemasan. “bagi merea yang tak mempunyai hiperhidrosis dapat dengan mudah untuk berpikir, oh itu memang hanyalah keringat,” tapi bagi mereka yang memang sudah merasakannya,dengan bersosialisasi merupakan beban yang berat yang dapat memicu adanya depresi dan juga kecemasan ,” jelasnya.

Alhasil dari  kedua kondisi adanya gangguan mental itu  ternyata memang umum terjadi dialami para pasien hiperhidrosis. Dari tingkat gangguan mental yang memang sering terjadi akan berbanding lurus dengan adanya  tingkat produksi keringat. Maka dari itu, ada banyak produksi keringat dan juga akan semakin tinggi pula gangguan kecemasan dan depresi yang akan dialami.

About The Author