Kabar Kesehatan – Kisah Hidup Larkin Dengan Jantung Buatannya

Jika di lihat dengan sepintas saja tidak ada yang aneh dengan sosok diri sang pria bernama Stan Larkin ini, pria yang berusia 25 tahun ini telah membawa anaknya yang masih kecil bermain bersama dengan anaknya berada di sebuah taman. Atau pada sata sang warga berasal dari Ypsilanti, Michigan telah bercengrama bersama dengan sang adiknya bernama Domunique. Banyak orang tidak sadar kalau ransel yang selalu dia bawa berwarna abu-abu ini adalah ransel sangat penting. Ransel yang telah menempel berada di punggungnya itu ternyata adalah instrument penting yang bisa membuat dirinya bisa bertahan hidup. Ada di dalam  tas tersebut terdapat beberapa sumber daya yang di butuhkan jantung buatan yang sudah di aplikasikan berada di dadanya.

Berdasarkan keterangan yang ada, jantung organ asli milik dari Larkin ini sudah di lepaskan oleh tim medis berada di bulan November 2014, digantikan dengan menggunakan perangkat yang memungkinkan dirinya bisa tinggal berada di rumah, bukannya dirinya terus berbaring ada di ruang medis rumah sakit sembari menantikan tranplantasi.

Berada di bulan Mei 2016 lalu telah datang jantung donornya, Larkin sedang dalam pemulihan dari prosedur operasi yang sudah d lakukan oleh University of Michigan Frankel Cardiovascular Center. Berada di pekan depan dirinya bisa segera kembali ada di rumahnya. Kali ini sudah tidak menggunakan ransel lagi.

“Ada sebagian orang yang merasa takut hidup sekian lama dengan menggunakan jantung buatan. Saya ingin menyebutkan kepada mereka. Anda harus bisa mengatasi rasa takut tersebut karena itu bisa membantumu untuk mendapatkan jalan keluar,” terang dari Larkin disebutkan kepada laman media CNN untuk hari Sabtu kemarin (11/6/16).

“Aku kini bisa pulih begitu cepat setelah melakukan transplantasi karena perangkat itu membantu bisa kembali sehat lagi,”

Ada sebanyak 4 ribu pasien berada di Amerika Serikat telah menunggu adanya donor jantung. Seperti pencatatan dari lembaga jantung dan juga transplantasi Negara Amerika Serikat.

About The Author