Kabar Kesehatan – Konsumsi Kedelai Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Prostat Stadium Lanjut

Kedelai sering menjadi bahasan utama karena manfaat kesehatannya. Tapi untuk pria, mengonsumsi kedelai dan makanan lain yang kaya isoflavon mungkin tidak begitu menguntungkan karena dapat meningkatkan risiko kanker prostat stadium lanjut. Namun, ketika sampai pada risiko kanker prostat non-lanjut, yaitu, kanker yang belum menyebar melampaui kelenjar prostat, diet isoflavon tampaknya tidak memiliki pengaruh signifikan.

Inilah temuan sebuah studi baru yang dipublikasikan di International Journal of Cancer.  Studi telah menyarankan bahwa diet dapat mempengaruhi risiko kanker prostat pria. Tahun lalu, misalnya, Medical News Today melaporkan sebuah penelitian yang menghubungkan asupan karbohidrat olahan secara teratur dengan kemungkinan kanker prostat yang lebih besar, sementara penelitian lain terkait dengan diet tinggi lemak dengan penyakit ini.

Studi baru yang dilakukan oleh penulis senior Dr. Jianjun Zhang, dari Fairbanks School of Public Health di Indiana University di Indianapolis dan rekan, menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan dapat mempengaruhi risiko kanker prostat. Isoflavon adalah sejenis fitoestrogen, yang merupakan senyawa tumbuhan yang memiliki efek serupa pada tubuh sebagai hormon seks wanita estrogen.

Penelitian telah menunjukkan bahwa isoflavon mungkin memiliki efek yang berbeda terhadap kesehatan. Beberapa telah mengindikasikan bahwa senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker payudara, sementara yang lain menyarankan  bahwa mereka dapat memberi manfaat pada beberapa wanita dengan kanker payudara .

Untuk mengetahui apakah diet isoflavon mempengaruhi risiko kanker prostat, Dr. Zhang dan rekannya menganalisis data 27.004 pria yang merupakan bagian dari Uji Coba Kanker Prostat, Paru, Kolorektal, dan Ovarium . Tim tersebut mengidentifikasi 2.598 kasus kanker prostat di antara pria berusia rata-rata 11,5 tahun. Dari kasus tersebut, 287 adalah kanker prostat stadium lanjut.

Sebagai bagian dari penelitian, para pria melengkapi kuesioner frekuensi makanan. Para peneliti menggunakan data dari kuesioner ini untuk menilai asupan makanan yang kaya isoflavon. Dibandingkan dengan pria yang tidak memilih makanan mengandung isoflavon, mereka yang memilih makanan mengandung isoflavon ditemukan berisiko lebih besar terkena kanker prostat stadium lanjut.

Para peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara diet isoflavon dan risiko kanker prostat non-lanjut. Sebagai hasil dari temuan mereka, Dr. Zhang dan tim percaya bahwa termasuk isoflavon dalam makanan dapat mempengaruhi risiko kanker prostat pria, walaupun penelitian lebih lanjut diperlukan.

About The Author

Reply