Kabar Kesehatan – LGBT Itu Bukan Gangguan Jiwa

Berasal dari pusat perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia yang juga disebut dengan PP PDSKI sudah merilis adaya suatu pernyataan tentang perkembangan adana isu yang saat ini semakin marak di kalangan banyak orang. Seperti di antaranya adalah LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.

Berdasarkan keterangan dari Undang-undang No.18 berada di tahun 2014 akan kesehatan Jiwa dan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa, menyebutkan kalau LGBT  sudah menjadi suatu istilah yang sudah berkembang berada di masyarakat tidak di kenal di dalam ilmu psikiatri. Sedangkan dari suatu orientasi seksual antara lain seperti heteroseksual, homoseksual dan biseksual.

Bisa di ketahui kalau homoseksual ini adalah kecenderungan ketertarikan secara seksual dari jenis kelamin yang sama. Untuk homo seksual telah meliputi lesbian dan juga gay. Sedangkan dari biseksual adalah suatu kecenderungan rasa tertarik secara seksual kepada kedua jenis kelamin yang ada.

Adapun yang namanya Transseksualisme sudah menjadi suatu gangguan kelamin seperti hasrat untuk bisa hidup bisa di terimakan menjadi anggota dari beberpa kelompok rekan dan kawan yang sama jenisnya, biasanya sudah di sertai dengan rasa tidak enak. Lebihnya tidak sesuai dengan anatomi seksualnya.

Dirinya juga telah menginginkan untuk bisa memperoleh adanya terapi hormon dan pembedahan dalam membuat tubuhny agar bisa menjadi semirir dari jenis kelamin yang dia inginkan.

“Orang yang sudah mempunyai masalah kejiwaan menjadi orang yang mempunyai masalah fisik, sosial dan mental. Adapun pertumbuhan dan perkembangan seperti kualitas hidupnya sehingga mempunyai resiko mendapatkan gangguan jiwa. Maka dari itu dengan demikian, orang yang mempunyai sikap homo seksual dan juga biseks akan di kategorikan dalam orang yang mempunyai masalah kejiwaan,” ujar dari dr Danardi Sosrosumihardjo, yang sudah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Sedangkan untuk bisa menegakan adanya diagnsis transseksual, adapun identitas mereka harus bisa menetap dalam dua tahun. Dan harus di catat, kalau transseksual bukan gejala dari gangguan jiwa seperti interseks, kromosom seks, genetik dan skizofrenia sehigga mereka masuk di dalam Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

About The Author