Kabar Kesehatan – Memiliki Teman Dekat Bisa Mencegah Penurunan Mental

Penelitian baru, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, menunjukkan bahwa menjaga persahabatan yang kuat hingga usia tua dapat mencegah penurunan mental. Studi baru ini dilakukan oleh para peneliti dari Cognitive Neurology and Alzheimer’s Disease Center (CNADC) di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago.

Emily Rogalski, associate professor di CNADC, adalah penulis senior makalah ini, dan Amanda Cook, seorang doktor klinis neuropsikologi di laboratorium Rogalski dan Sandra Weintraub, adalah penulis utama.

Rogalski dan tim memeriksa jaringan sosial dan kemampuan kognitif dari kelompok yang disebut SuperAgers – orang-orang yang berusia 80-an tetapi memilik memilikii kekuatan mental yang sama seperti orang-orang yang berusia 50-an atau 60an.

Inilah pertama kalinya aspek sosial dari sampel populasi ini dipelajari. Rogalski dan rekan-rekannya meminta 31 SuperAgers dan 19 kontrol sesuai usia untuk melengkapi kuesioner yang berisi 42 item yang berisi tentang pertanyaan mengenai kesejahteraan psikologis mereka.

Pertanyaan terbentang di enam kriteria: “otonomi, hubungan positif dengan orang lain, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, dan penerimaan diri.”

Peserta berusia minimal 80 tahun, dan ingatan episodik mereka “paling tidak sama baiknya” dengan rekan setengah baya mereka. Memori episodik didefinisikan sebagai “kapasitas untuk mengingat pengalaman spesifik, seolah-olah seseorang ‘menjalani perjalanan waktu mental’ untuk kembali mengalami kejadian individual.”

“Sementara SuperAgers dan rekan mereka yang berusia serempak melaporkan tingkat kejiwaan psikologis yang sama di berbagai dimensi,” tulis para penulis, “SuperAgers mendukung tingkat hubungan sosial positif yang lebih tinggi.”

Lebih khusus lagi, SuperAgers mencetak rata-rata 40 dalam ukuran hubungan sosial dengan orang lain, sedangkan kontrol hanya mencetak 36. Seperti yang peneliti senior jelaskan, ini adalah perbedaan yang signifikan.

Bisa jadi masalahnya, para peneliti menulis, bahwa perbedaan ini tercermin dalam beberapa ciri neurologis yang telah diamati pada penelitian sebelumny. Gambaran neurologis ini adalah “ketebalan gyrus cingulate anterior yang lebih besar dan kepadatan neuron von Economo yang lebih tinggi” yang sebelumnya ditemukan peneliti di otak SuperAgers. Namun, ini hanya spekulasi, karena penelitian ini observasional dan tidak dapat menjelaskan mekanisme yang bertanggung jawab atas temuan tersebut.

About The Author

Reply