Kabar Kesehatan – Memori Dapat Dilindungi Dari Stres Dengan Cara Berlari

Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita. Salah satu proses yang secara signifikan dipengaruhi oleh stres kronis adalah memori, tapi mungkin ada cara mudah untuk membantu otak kita melawan kerusakan ini. Hippocampus adalah wilayah otak kita yang sebagian besar bertanggung jawab untuk proses pembelajaran dan memori.

Biasanya, ingatan terbentuk dan disimpan saat sinapsis baru (hubungan antara neuron) terbentuk dan secara bertahap diperkuat seiring berjalannya waktu. Proses ini disebut potensiasi jangka panjang (LTP). Namun, ketika kita mengalami stres kronis, penelitian menunjukkan bahwa sinapsis tersebut melemah, yang berarti ingatan kita juga terpengaruh.

Periset telah mempelajari efek latihan pada memori di bawah kondisi stres. Studi mereka, yang dilakukan pada tikus jantan, mengungkapkan bahwa beberapa bentuk olahraga (terutama berlari) dapat memiliki efek perlindungan pada otak, sehingga mengurangi dampak stres kronis pada memori. Jeff Edwards dan rekannya telah menghubungkannya dengan mempertahankan kesehatan memori di bawah kondisi stres. Mereka berdebat bahwa pengetahuan ini memungkinkan kita untuk melindungi kesehatan otak kita dengan tidak melakukan apapun yang lebih menuntut daripada jogging yang menyegarkan. “Latihan adalah cara yang sederhana dan hemat biaya untuk menghilangkan dampak negatif pada memori stres kronis,” catat Edwards.

Para ilmuwan bekerja dengan tikus jantan dewasa, yang dibagi menjadi dua kelompok: aktif dan tidak berpindah-pindah. Tikus dalam kelompok aktif dilengkapi dengan roda berjalan selama 4 minggu, selama waktu tersebut mereka berlari rata-rata 5 kilometer (kira-kira 3 mil) per hari. Setelah periode awal, setengah dari tikus di masing-masing kelompok terkena tingkat stres yang tinggi karena kondisi tidak bersahabat selama 3 hari: pada hari pertama, mereka berenang dengan air dingin; Kedua, mereka berjalan di atas panggung yang tinggi; dan yang ketiga, mereka terkena sengatan listrik pendek. Dalam waktu satu jam setelah hewan mengalami kondisi stres ini, LTP setiap tikus kemudian dievaluasi untuk perubahan.

Para peneliti menemukan bahwa hewan yang telah berjalan secara teratur memiliki LTP jauh lebih baik daripada tikus yang tidak beraktivitas yang terpapar stres. Dalam eksperimen tambahan, Edwards dan rekan membandingkan kinerja tikus stres yang dilakukan dengan tikus aktif namun tidak tertekan dalam konteks berlari.

Yang mereka perhatikan adalah bahwa kedua kelompok hewan itu juga melakukannya, menunjukkan bahwa berlari telah membantu melindungi ingatan tikus yang stres. Terlebih lagi, tikus yang sudah terbiasa berlari lebih baik dalam eksperimen uji coba labirin daripada tikus yang tidak beraktivitas. Semua temuan ini mengumpulkan bahwa latihan berlari bisa menjadi cara yang efektif untuk melindungi memori di bawah kondisi stres kronis.

About The Author

Reply