Kabar Kesehatan – Minum Teh dan Kopi Bisa Mencegah Penyakit Hati

Sirosis, atau penyakit hati kronis, adalah kondisi serius dan penyebab utama kematian di antara orang-orang di seluruh Amerika Serikat. Untuk mencegahnya, penelitian baru merekomendasikan agar kita beristirahat sejenak dan menikmati secangkir teh.

Penyakit hati kronis saat ini menempati urutan ke-12 penyebab utama kematian di AS, dengan hampir 32.000 orang meninggal dari tahun ini.

Kematian terkait dengan hati seringkali merupakan hasil dari sirosis. Meskipun sejumlah besar kasus sirosis disebabkan oleh konsumsi alkohol jangka panjang, penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) juga dapat menyebabkan sirosis.

Untungnya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi hati kita. Selain menghindari alkohol, mempertahankan gaya hidup aktif dan sehat dapat mencegah obesitas, yang merupakan faktor risiko untuk berlemak.

Penelitian baru, yang diterbitkan dalam Journal of Hepatology, menambahkan beberapa faktor pencegahan baru dalam daftar: teh dan kopi. Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Sarwa Darwish Murad, Ph.D., seorang ahli hepatologi di Erasmus MC University Medical Center di Rotterdam di Belanda, mulai memeriksa dampak konsumsi kopi dan teh terhadap kesehatan hati.

Sebagai bagian dari penelitian ini, setiap peserta menjalani pemeriksaan fisik penuh, yang mencakup pengukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (BMI), tinggi badan, tes darah, dan pemindaian perut untuk memeriksa hati.

Pencitraan hati digunakan untuk mencari “kekakuan hati”, sebuah pengukuran yang tinggi bila hati terluka. Jaringan parut hati, yang juga dikenal sebagai fibrosis progresif, pada akhirnya dapat menyebabkan sirosis jika tidak diobati.

Makanan peserta dan kebiasaan minum dinilai dengan menggunakan kuesioner frekuensi makanan yang terdiri dari 389 pertanyaan, termasuk item rinci tentang asupan teh dan kopi.

Peserta dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan pola minum kopi dan teh mereka: tidak konsumsi, konsumsi teh dan kopi moderat (didefinisikan hingga tiga cangkir per hari), dan konsumsi sering (didefinisikan sebagai tiga atau lebih cangkir setiap hari). Teh terbagi menjadi hijau, hitam, dan herbal.

Dr. Murad dan rekannya menggunakan analisis regresi untuk mempelajari hubungan antara konsumsi kopi dan teh dan fibrosis hati. Mereka juga memperhitungkan berbagai faktor pembaur yang mungkin, termasuk usia, jenis kelamin, BMI, merokok, dan konsumsi alkohol, serta aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dan teh herbal secara konsisten berkorelasi dengan penurunan kekakuan hati yang secara signifikan lebih rendah. Hasil ini terlepas dari faktor gaya hidup atau BMI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *