Kabar Kesehatan Nasional – Indonesia Kurang Memperhatikan Sertifikat Halal

Tingkat kesadaran tentang makanan halal kini di anggap masih belum perhatian dari beberapa umat Islam yang ada di Indonesia. Hal ini sebabkan perusahaan dan pengusaha makanan menjadi tida peduli untuk mengurus sertifikat halal.

Seperti Konsultan Makanan dan Kuliner, Ari Parikesit telah membandingkan kondisi Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura. Masyarakat Singapura seperti penilaiannya, sangat peduli sekali kepada makanan dan sertifikat halal.

“Dari umat Islam yang ada di sana tidak ingin memakan di mana tempat tersebut belum ada logo halalnya walaupun dari tempat tersebut tidak menggunakan alcohol dan juga daging babi,” terang dari dirinya, kepada wartawan, Rabu (21/1/15). Padahal umat Islam yang ada di sana hanya sebagian kecil saja.

Kalau berada di Indonesia, dirinya memang sedikit memberikan penilaian. Umat Islam yang ada di negara kita ini, kalau mau makan semisal berada di kaki lima dan juga dari rumah makan padang tidak memperhatikan status warung tersebut halal atau tidaknya. Karena memang tidak ada logo yang memberikan status warung tersebut halal.

“Anggapan yang ada kalau rumah makan menjual adanya ayam goreng serta tidak menjual babi dan juga alcohol berarti itu halal,” terang dari dirinya menjelaskan.

Padahal siapa yang bisa memberikan jaminan akan adanya pemotongan daging ayam yang ada di sana sesuai dengan tuntunan Islam memberikan pembenaran.

Kesadaran yang ada di dalam benak masyarakat Indonesia inilah, pengusaha makan menjadi tidak memperdulikan sertifikat halal.

“Logikanya yang berada di pengusaha makanan buat apa untuk mengurus adanya sertifikat halal, toh tidak memberikan hambatan kepada laba saya dan keuntungan saya di usaha tersebut,” penjelasannya lagi.

Sedangkan dari faktor yang lain adalah dari proses pengajuan sertifikai yang sangat mahal dan juga sangat terbelit-belit urusannya.

“Hal ini memang semakin bisa untuk memperkuat alasan pengusaha dalam mengurus label makanan dan minuman untuk dapatkan sertifikat halal,” dirinya memberikan tambahkan lagi.

Ari juga memberikan contoh di Singapura yang mengurus adanya sertifikat halal adalah dari Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS).

About The Author