Kabar Kesehatan – Pajak Lemak Dpaat Selamatkan Anggaran Negara

Di dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh seorang ilmuwan yang ada di Australia telah menyebutkan pembebanan pajak kepada makanan tak sehat yang banyak mengandung garam, lemak dan gula bisa menyelamatkan miliaran dollar dari biaya kesehatan dari negara itu.

Seperti yang sudah dilansir dalam AFP pada hari Kamis, 16/02/2017 dair tim peneliti juga telah menilai bahwasannya pemberian pajak itu bsia memperpanjang kehidupan para masyarakat dan juga bisa membujuk mereka untuk mengonsumsi makanan yang baik.

Dari penelitian yang telah diterbitkandi dalam jurnal yaituPlos Medicine telah menggambarkan sebuah damapak adanya kenaikan harga di dalam sejumlah makanan. Dari perhitungan para peneliti pajakitu bsia menghemat AU S$ 3,4 miliar ataupun setara dengan Rp. 34 triliun.

“uang itu bisa dihemat selama sisa dari masa hidup orang Australia yang dapat hidup ditahun 2010,” jelas sebuah studi yang telah dipimpin oleh Linda Cobiac berasal dari Universitas Melbourne. Dari sejumlah negara barat yang sudah menerapkan ataupun mulai menyusun pajak untuk makanan dan juga minuman yang tak sehat sebagai salah satu upaya untuk bisa menghambat epidemic obesitas.

Di salam sebuah studi itu bsia melihat dampak adanya penerapan pajak kepada lemak jenuh, gula, garam dan juga minuman pemanis buatan yang ada di Australia. Dan imbasnya merupakan subsidi di sayuran dan juga buah.

Dari peningkatan  yang sangat significan telah dipacai di pajak gula. Di dalam studi itu telah mengatakan bsia mencegah 270 ribu DALYs atau Disability Adjusted Life Year ataupun kehilangan di masa hidupyang sehat ataupun tahun karena adanya penyakit.

“pajak itu bisa meningkatkan 1,2 tahun untuk hidup yang sehat pada setiap 100 orang Australia  yang sudah hidup di tahun 2010,” jelas did alam studi tersebut.

“Ada beberapa intervensi kesehatan public bisa memberikan adanya keuntungan lain secara rata-rata kepada seluruh populasi”.

Dampak ke-2 paling besar telah didapatkan penerapan pajak garam kemudian diikuti oleh pajak lemak jenuh lalai minuman yang menggunakan pemanis buatan. “Memberikan subsidi pada sayuran dan buah akan mengurangi pembelanjaan di sector kesehatan,” jelas penelitian itu.

Pajak dan juga subsidi telah memberikan batasan pada penrubahan kurang 1% dari total belanja makanan dari rata-rata rumah tangga. Para peneliti juga memperingatkan kepada mereka yang berusaha mensimulasikan adanya perilaku konsumen did alam berbagai kondisi hipotesis.

About The Author