Kabar Kesehatan – Paparan Sinar Matahari Mungkin Dapat Mencegah Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh berubah melawan sel sehat di sistem saraf pusat, menyerang lapisan di sekitar sel saraf. Para ilmuwan menyelidiki faktor kunci yang dapat mempengaruhi berkembangnya kondisi ini.

Meskipun penyebab pastinya tidak jelas, faktor resiko yang diketahui untuk pengembangan MS adalah susunan genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan. Beberapa di antaranya termasuk seks (wanita lebih mungkin didiagnosis dengan MS daripada pria), kebiasaan merokok dan tingkat vitamin D rendah secara keseluruhan. Helen Tremlett dan rekannya menemukan bahwa menghabiskan banyak waktu di iklim yang cerah sejak awal dalam kehidupan dapat membantu melindungi dari awal MS di kemudian hari.

Meskipun lintang geografis diketahui berkontribusi terhadap resiko MS, karena kurangnya paparan sinar matahari yang cukup dapat menentukan defisit vitamin D, ini adalah pertama kalinya para periset mempelajari dampak faktor ini sepanjang masa hidup seseorang. Dalam studi tersebut, Tremlett dan tim menganalisis data dari 151 wanita yang telah didiagnosis dengan MS (dengan usia rata-rata 40), serta 235 wanita dengan usia disesuaikan tanpa MS.

Mereka semua tinggal di berbagai lokasi dengan iklim yang berbeda. Semua peserta diminta mengisi kuesioner tentang seberapa sering dan seberapa banyak mereka terkena sinar matahari selama musim panas, musim dingin dan sepanjang hidup mereka. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh para peserta, tim peneliti membagi mereka menjadi tiga kelompok yang berbeda, yaitu peserta yang pernah mengalami paparan sinar UV-B rendah, peserta dengan paparan sinar UV-B moderat dan peserta dengan paparan tinggi terhadap sinar UV-B.

Dalam menentukan berapa banyak peserta paparan UV-B yang telah diterima, dan dalam membaginya ke dalam kategori di atas, Tremlett dan tim melihat di mana wanita tinggal, dengan mempertimbangkan ketinggian tempat, lintang dan tutupan awan rata-rata. Dalam analisisnya, tim tersebut juga memasukkan berapa banyak paparan sinar matahari yang dialami peserta di musim yang berbeda, yang mendefinisikan “paparan sinar matahari tinggi” lebih dari 10 jam per minggu di musim panas, dan lebih dari 4 jam setiap minggu selama musim dingin.

Para periset melihat bahwa peserta yang tinggal di iklim yang cerah dan mendapat tingkat paparan UV-B tertinggi memiliki resiko 45 persen lebih rendah untuk mengembangkan MS dibandingkan dengan rekan mereka yang melaporkan paparan sinar UV-B yang jarang terjadi. Apalagi, para ilmuwan menemukan bahwa saat pemaparan terjadi juga penting. Dengan demikian, peserta yang pernah tinggal di iklim cerah antara usia 5 dan 15 memiliki resiko 51 persen lebih rendah dari MS, dibandingkan dengan teman sebaya yang tumbuh di daerah yang kurang memaafkan.

Selain itu, wanita yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah di iklim yang cerah saat anak-anak (usia 5 sampai 15 tahun) memiliki resiko MS sebesar 55 persen lebih rendah daripada wanita yang tidak mendapat manfaat dari jumlah paparan UV-B yang sama pada usia dini. “Temuan kami menunjukkan,” papar Tremlett, “bahwa paparan sinar UV-B matahari yang lebih tinggi, eksposur luar musim panas yang lebih tinggi, dan resiko MS yang lebih rendah dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga pada masa dewasa dini.”

About The Author

Reply