Kabar Kesehatan – Penggunaan Nanopartikel Dalam Pendeteksian Tumor Mikro

Penelitian baru telah berhasil menggunakan teknologi terdepan untuk menemukan tumor kanker yang sangat kecil dan sulit dideteksi. Para ilmuwan berharap bahwa mereka dapat berhasil menggunakan teknik ini pada manusia dalam waktu dekat.

Saat ini, cara yang paling umum untuk mendeteksi tumor kanker adalah teknik pencitraan termasuk tomografi terkomputerisasi dan pemindaian MRI, serta biopsi. Namun, metode ini tidak selalu bisa menangkap mikrometastase, atau tumor mikro, yang terlalu kecil untuk dapat dideteksi.

Sekarang, para periset dari Rutgers University di New Brunswick, NJ, telah menemukan cara untuk menemukan tumor terkecil sekalipun. Yang mungkin di masa depan, memungkinkan praktisi melacak kapan dan dimana kanker tersebut menyebar secara efektif, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan intervensi lebih cepat. Prof. Prabhas V. Moghe dan rekannya sudah mulai menguji penggunaan nanopartikel pemancar cahaya dalam pendeteksian sel kanker.

“Kami selalu memiliki mimpi ini bahwa kami dapat melacak perkembangan kanker secara real time, dan itulah yang telah kami lakukan di sini. Kami telah melacak penyakit ini pada tahap yang sangat awal,” kata Prof. Moghe.

Untuk tujuan penelitian, tim tersebut bekerja dengan model tikus kanker payudara manusia, menyuntikkan hewan dengan nanoprobes, yang merupakan perangkat optik kecil yang menggunakan sinar-X untuk mengidentifikasi mikrometastase. Nanoprobes dibawa oleh aliran darah, memungkinkan para peneliti untuk mendapatkan gambar yang cepat dan dapat diandalkan dari lokasi sel yang terkena di dalam tubuh.

Mereka menjelaskan bahwa nanoprobes ini bekerja lebih cepat daripada metode MRI ketika mengenali mikrometastase di tulang dan adrenal, kelenjar hewan. Metode baru ini, menurut para ilmuwan, memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebaran kanker lebih awal pada pasien manusia.

Prof. Moghe menegaskan bahwa nanopartikel berhasil mendeteksi lebih dari 100 jenis kanker. Metode mutakhir ini katanya, bisa digunakan untuk menyaring kanker pada manusia dalam waktu 5 tahun. Jika proyeksi ini terbukti benar, penggunaan nanopartikel mungkin memungkinkan profesional perawatan kesehatan mendeteksi penyebaran sel kanker sejak dini, dan untuk memantau secara lebih akurat apakah pengobatan dengan kanker berhasil sepenuhnya atau tidak.

Potensi lain penggunaan nanoprobes adalah bisa menandai jaringan apa pun karena harus dikeluarkan selama operasi, dan juga untuk menguji seberapa efektif imunoterapi, atau praktik meningkatkan reaksi sistem kekebalan terhadap sel kanker, sedang dalam perawatan kanker.

About The Author

Reply