Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya

Kabar Kesehatan – Puasa Meningkatkan Efek Olahraga Pada Daya Tahan Tubuh

Puasa dapat meningkatkan kemampuan latihan aerobik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini karena tubuh beralih menggunakan lemak dan keton sebagai sumber bahan bakar untuk otot dan bukan karbohidrat. Inilah kesimpulan yang peneliti hadapi setelah mempelajari efek pada tikus dengan rejimen semacam itu untuk jangka waktu terbatas.

“Muncul bukti,” jelas penulis studi senior Dr. Mark Mattson, dari Laboratorium Neurosciences di Institut Nasional Penuaan di Baltimore, MD, “menunjukkan bahwa (restriksi energi diet intermiten) dapat memperbaiki kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi faktor resiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada manusia.” Dia dan timnya mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan bahwa pola makan dan puasa yang sama dapat meningkatkan efek menguntungkan latihan aerobik moderat pada daya tahan tubuh dan hal itu harus dipelajari lebih lanjut.

Untuk penelitian ini, tim memasukkan tikus ke dalam empat kelompok dan mengamati mereka selama 2 bulan saat mereka mengikuti pola makan berikut:

  • Tikus kontrol (CTRL) tidak berolahraga sama sekali dan bisa makan makanan sebanyak yang mereka mau setiap hari.
  • Seperti tikus CTRL, tikus latihan (EX) bisa makan makanan sebanyak yang mereka inginkan, tapi mereka juga berlari di atas treadmill selama 45 menit setiap hari.
  • Tikus “penciuman makanan alternatif” (ADF) hanya diberi makan dalam jumlah tetap setiap hari dan sama sekali tidak berolahraga.
  • Tikus EXADF dibatasi pada pola makan ADF tetapi juga dilakukan setiap hari di atas treadmill selama 45 menit.

Seperti yang diharapkan, hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang dieksekusi setiap hari (kelompok EX dan EXADF) tampil lebih baik dalam tes ketahanan dibandingkan kedua kelompok yang sama sekali tidak berolahraga (CTRL dan ADF). Namun, tikus ADF yang dieksekusi setiap hari (kelompok EXADF) memiliki ketahanan yang lebih baik daripada tikus latihan harian yang diizinkan makan apa yang mereka inginkan (kelompok EX).

Para periset juga menemukan bahwa tikus pada ADF mampu mempertahankan berat badan mereka dan memiliki toleransi glukosa yang lebih baik, “terlepas dari apakah mereka berolahraga atau tidak.” Mereka mencatat bahwa, setelah metabolisme glukosa, meskipun kadar glukosa kelompok EX pulih pada tingkat yang lebih cepat daripada kelompok CTRL, kadar glukosa pada kelompok ADF dan EXADF pulih lebih cepat lagi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek ADF adalah untuk mengubah preferensi bahan bakar pada otot menuju asam lemak dan jauh dari karbohidrat dan juga meningkatkan daya tahan pada tikus ADF yang dilakukan (EXADF). Para peneliti juga menemukan bahwa kinerja daya tahan yang ditingkatkan tidak berasal dari perubahan volume penggunaan oksigen, atau VO2max karena kenaikan ukuran ini sama pada kedua kelompok latihan (EX dan EXADF).

Sebaliknya, peningkatan daya tahan pada tikus ADF yang berolahraga (kelompok EXADF) dibandingkan dengan tikus pengonsumsi makan yang tidak terbatas (kelompok EX) berasal dari pengurangan rasio pertukaran pernafasan, atau rasio CO2 yang dihasilkan O2 yang dikonsumsi.

Para penulis mengemukakan bahwa ADF menyebabkan sumber bahan bakar beralih dari karbohidrat ke lemak. Temuan ini mendukung gagasan bahwa tekanan evolusioner telah menyebabkan tubuh dioptimalkan dan bekerja dengan sangat baik saat makanan langka.

Agen Bola Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *