Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya

Kabar Kesehatan – Resiko Polip Dapat Meningkat Dengan Konsumsi Suplemen Kalsium Dan Vitamin D

Hasil dari sebuah percobaan menunjukkan bahwa menggunakan suplemen kalsium (dengan dan tanpa vitamin D) dapat meningkatkan resiko pengembangan jenis polip tertentu. Data tersebut berasal dari uji klinis acak yang menguji penggunaan suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah polip kolorektal. Para periset, yang melaporkan temuan mereka di jurnal Gut, merekomendasikan bahwa penelitian tambahan sekarang harus dilakukan untuk memvalidasi hasilnya.

Kanker kolorektal biasanya dimulai sebagai polip, yang merupakan pertumbuhan non kanker yang berkembang di lapisan usus besar atau rektum. Polip tumbuh sangat lambat, seringkali membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk terbentuk. Ada berbagai jenis polip, tergantung pada bentuk, ukuran dan karakteristik jaringannya. Jenis yang paling umum, yang biasanya disebut sebagai adenoma adalah polip adenomatosa.

Studi baru yang dipimpin oleh para peneliti dari beberapa pusat penelitian AS, berfokus pada jenis polip lain yang dikenal sebagai polip bergerigi, walaupun tidak umum seperti polip adenomatosa, diperkirakan membawa resiko yang sama untuk menjadi kanker.

Sementara skrining colonoscopic reguler dengan penghilangan polip yang mencurigakan adalah cara ideal untuk mengurangi tingkat kanker kolorektal dari sudut pandang klinis, implementasi di seluruh populasi dibatasi dalam praktik karena berbagai alasan, termasuk kepatuhan, akses dan biaya yang tidak optimal.

Analisis baru ini memanfaatkan data dari uji kemoprevensi kalsium dan vitamin D yang baru selesai pada 2.259 pasien berusia 45-75 tahun. Para peserta sudah memiliki setidaknya satu polip adenomatosa kolorektal yang diangkat selama skrining awal dan karena memiliki kolonoskopi tindak lanjut dalam 3-5 tahun. Begitu subjek dengan riwayat keluarga kanker kolon atau rektum, penyakit radang usus, atau kondisi serius lainnya dikeluarkan, sisanya diberikan secara acak ke empat kelompok perlakuan.

Suplemen kalsium harian pertama yang diterima, suplemen vitamin D harian kedua yang diterima, yang ketiga mendapat suplemen sekaligus, dan kelompok keempat tidak menerima suplemen apapun. Semua kelompok tetap berada dalam tahap pengobatan sampai kolonoskopi skrining berikutnya dalam 3-5 tahun. Setelah kolonoskopi kedua, dilanjutkan fase pengamatan, dimana tidak ada suplementasi. Tahap ini berakhir dengan kolonoskopi skrining ketiga, yang berlangsung 6-10 tahun setelah dimulainya suplementasi.

Hasil kolonoskopi pada akhir fase pengobatan menunjukkan bahwa baik vitamin D maupun kalsium maupun keduanya tampaknya mempengaruhi kejadian kasus polip bergerigi. Namun, hasil kolonoskopi ketiga (dilakukan sekitar 6-10 tahun setelah dimulainya suplementasi) mengungkapkan insiden polip bergerigi yang lebih tinggi pada pasien yang mengkonsumsi kalsium, baik sendiri maupun dengan vitamin D.

Tidak ada link seperti itu yang ditemukan untuk vitamin D dengan sendirinya. Wanita dan orang yang merokok adalah mereka yang beresiko tinggi terkena polip bergerigi dari mengkonsumsi suplemen kalsium. Penulis penelitian mencatat bahwa walaupun data yang mereka gunakan berasal dari percobaan acak besar, hasilnya berasal dari analisis sekunder dan beberapa hasilnya mungkin terjadi secara kebetulan.

Agen Bola Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *