Kabar Kesehatan – Sel-Sel Kekebalan dari Usus Mengurangi Peradangan Otak Bagian 2

Lanjutan dari artikel sebelumya mengenai sel-sel kekebalan dari usus mampu untuk mengurangi peradangan otak.

MS biasanya menyerang di usia dewasa sebelum usia 50 tahun. Namun, orang-orang semuda 2 tahun dan mereka yang berusia 70-an juga dapat mengembangkan kondisi tersebut. Gejala sering dimulai dengan penyakit yang menyebabkan penglihatan terganggu atau bahkan kebutaan pada mata.

Gejala umum lainnya termasuk kelemahan otot, rasa sakit, mati rasa, tremor, sensasi “pin dan jarum,” dan kesulitan berbicara, keseimbangan, dan koordinasi.

Pada beberapa orang dengan MS, penyakit ini dapat berkembang menjadi kelumpuhan sebagian atau seluruhnya. Banyak yang mungkin mengalami kesulitan dengan ingatan, konsentrasi, dan penilaian. Depresi juga merupakan gejala umum.

Menurut National Multiple Sclerosis Society, ada sekitar 2,3 juta orang dengan MS di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat, tidak ada pelacakan MS yang konsisten, sehingga sulit untuk mencapai perkiraan yang akurat. Namun, sebuah pertemuan penelitian pada tahun 2017 mendengar dari sebuah penelitian yang menunjukkan jumlah orang dengan MS di AS bisa hampir 1 juta.

Penekanan kekebalan dan peradangan

Para ahli percaya bahwa MS adalah penyakit autoimun atau penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang sehat seolah-olah itu adalah zat atau organisme yang berbahaya. Ketika jaringan sehat itu menjadi mielin, hasilnya adalah MS.

Sel-sel kekebalan yang mempromosikan autoimunitas termasuk beberapa jenis sel B, tetapi mereka bukan tipe yang sama dengan yang ditemukan oleh penelitian baru-baru ini.

Uji klinis telah mengungkapkan bahwa obat tertentu yang menargetkan sel B dapat meringankan MS. Yang lain telah menunjukkan bahwa obat yang menargetkan sel B tipe plasma memperburuk gejalanya.

Temuan baru bisa menjelaskan hasil yang kontras ini. Penulis penelitian senior Jennifer L. Gommerman, yang adalah seorang profesor imunologi di University of Toronto, mengatakan bahwa mereka juga menggarisbawahi “pentingnya sumbu usus pada MS dan kondisi autoimun lainnya.”

Penelitian ini adalah yang pertama meneliti bagaimana sel-sel plasma penghasil IgA berperilaku pada penyakit. Tim ini sekarang melihat lebih detail pada sel-sel ini pada orang dengan MS.

“Menunjukkan bahwa sel B yang memproduksi IgA dapat melakukan perjalanan dari usus ke otak membuka halaman baru dalam buku penyakit peradangan saraf dan bisa menjadi langkah pertama menuju menghasilkan pengobatan baru untuk memodulasi atau menghentikan MS dan gangguan neurologis terkait,” Sergio E. Baranzini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *