Kabar Kesehatan – Tak Hanya Karena Infeksi Jamur, gatal Di Vagina Ini Pemicunya!

 

Segala sesuatu yang itu berkaitan dengan organ intim yang ada di bawah itu  memang dapat membuat orang menjadi malu, dan bahkan tabu untuk dilakukan pembahasan. Padahal ada bagian tubuh inilah yang sangat memelurkan perhatian seperti pada organ yang lainnya. salah satunya agar bisa terhindari adanya resiko infeksi.

Iritasi yang terjadi di organ vagina memang sering dianggap sebagai adanya gejala infeksi. Namun, infeksi jamur bukanlah satu-satunya yang menyebabkan adanya gangguan gatall dan juga rasa panas. Ada salah satu penyebab yang paling umum dari rasa gatal yang terjadi divagina merupakan adanya bacterial vaginosis. Kondisi tersebut akan timbul karena adanya ketidaksenambungan diantara bakteri baik. Dari gangguan keseimbangan tingkat keasamannyapun juga bisa berakibat munculnya keputihan, yang sering juga disertai bau.

Kondisi tersebut dapat diatasi dnegan adanya obat-obatan untuk bisa mengembalikan keseimbangan flora yang terdapat divagina. Penyebab adanya rasa gatal yang serius merupakkan sebuah infeksi menulaar seksual atau IMS, diantaranya seperti herpes, chlamidia, dan juga gonorhea. Yang membedakan dari rasa gatal akibat adnaya IMS ataupun bukan adalah dari adnaya sensasi rasa yang terbakar disaat buang air kecil dan juga nyeri saat bersenggama.

Selain hal itu adanya cairan yang berbau tak sedap dna juga muncul luka kecil jika itu disebakan adanya herpes, jika rasanya gatal tak membaik, maka bisa muncul gejala lainnya, segera periksakan ke dokter. Adanya gangguan di vagina yang telah disebabkan oleh adanya infeksi jamur memang biasanya mempunyai gejala keputihan yang begitu kental dna juga putih, sellain adnaya rasa gatal.

Memang ada beberapa penyebab adnaya rasa gatal yang  terjadi seperti adanya gangguan di kulit pada bagian vulva berupa bintik-bintik keputihan atau juga psoriasis. Namun, ada sebuah kondisi itu yang sangat jarang.

Untuk mencegah adanya infeksi pad aorgan intim dengan menjaga keseimbangan flora, diantaranya yaitu dengan cara mengonsumsi probiotik, jangan mengonsumsi antibiotic sembarangan, ataupun menggunakan produk pembersih vagina yang mempunyai tingkat keasaman yang sama dengan vagina.

Selain hal itu, menjaga kebersihan organ vagina yaitu dengan cara menggantikan pakaian di dalam lebih sering jika kamu banyak beraktivitas fisik dan juga berkeringat.

Be Sociable, Share!