Kabar Kesehatan – Terdapat Cacing Pita di Ikan Salmon Pasifik

Para penikmat ikan mentah ataupun yang sering disajikan didalam bentuk shusi saat ini memang patut untuk bisa diwaspadai. CDC telah mengeluarkan peringatan bahwasannya ikan salmon yang berasal dari area Pasifik sudah terkontaminasi dengan cacing pita.

Dari lapora  yang telah dibuat oleh pihak CDC ikan salmon telah ditangkap di Alaskan yang sudah terinfeksi cacing pita yang bernama Dipphlllobothrium Nihonkaienss. Dari temuan itu dapat membuat para peneliti akan mengeluarkan sebuah peringatan bahwa ikan salmon yang sudah tertangkap di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara akan mempunyai resiko adanya infeksi parasit yang sama juga.

Dan sebelumnya,cacing pita itu hanyalah ditemyui di ikan yang berasal dari Asia saja, namun cacing pita ini juga sudah muncul dikarenakan adanya import global dikarenakan meningkatnya minta untuk konsumsi ikan mentah.

“Kami telah mendeteksi adanya cacing pita di otot salmon pink liar yang berasal dari Alaskan, AS. Untuk itu, salmon dari AS dan juga pantai Asia PAsifik serta yang ada di tempat lainnya telah berpotensi adanya bahanya untuk setiap orang yang telah memakan ika mentah itu,” jelasnya.

Seorang professor obat pencegahan yang ada di Vanderbilt University yaitu William Schaffner Tennesse yang berasal dari AS telah mengatakan bahwasannya masih sedikit sekali yang telah diketahui  mengenai cacing pita itu.

“Namun, dikarenakan berasal dari keluarga Diphyllobothrium suatu penyakit ataupun gejala  yang telah diderita akan sama,” jelas Schaffner yang sudah dilansir dalam cnninconesia.com pada hari Senin, 16/01/2017.

Di dalam banyak kasus adanya gejala yang timbul begitu sangat kecil ataukah jelas perbedaannya daripada sekit perut yang seperti umunya. Jika sudah terinfeksi, cacing pita ini bisa tumbuh sampai 30 kaki atau berukuran 9m. gejalanya seseorang yang sudah terinfeksi cacing pita ini adalah perutnya menjadi tak nyaman, fese cair, mual dan juga penurunan berat badan.

Scheffner juga mengatakan di adlam kasus yang lebih serius lagi yaitu bisa menyebabkan aadanya gangguan usus. Gangguan itu bisa berdampak luas sampai kekeluarga penderita dikarenakan bisa membutuhkan pengobatan di dalam jangka waktu yang lama. Tapi, dia juga mengatakan kasus itu memang jarang sekali ditemui.

About The Author