Kabar Kesehatan – Terlalu Banyak Zat Besi Dapat Meningkatkan Risiko Stroke Tertentu Bagian 2

Lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai terlalu bayak zat besi dapat meningkatkan risiko stroke tertentu.

Besi memiliki banyak kegunaan dalam tubuh, yang utama adalah membawa oksigen dalam sel darah merah. Para penulis menjelaskan bahwa penelitian telah meneliti hubungan antara kadar besi dan risiko stroke, tetapi hasilnya telah “bertentangan.”

Beberapa penelitian, misalnya, telah mengaitkan peningkatan risiko stroke dengan kadar besi yang rendah, sementara yang lain mengaitkannya dengan kadar zat besi yang tinggi. Selain itu, ada juga penelitian yang tidak menemukan tautan sama sekali.

Status besi yang didorong secara genetik

Gill menjelaskan bahwa mereka memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut karena ada juga penelitian yang telah “menyarankan bahwa dalam beberapa kasus zat besi dapat [sebenarnya] memicu darah untuk membentuk gumpalan.”

Bagian pertama dari penyelidikan tim melibatkan identifikasi perbedaan genetik yang mempengaruhi berapa banyak orang besi, yang dikenal sebagai “status besi” mereka.

Mereka mencari sumber data publik yang menyimpan informasi genetik pada lebih dari 48.000 orang.

Dengan menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendel, para ilmuwan mengidentifikasi tiga “perubahan huruf tunggal,” atau polimorfisme nukleotida tunggal (SNP), dalam DNA mereka yang dapat meningkatkan atau mengurangi status besi individu.

Mereka kemudian menggunakan tiga SNP untuk menyaring dataset genetik lain yang meliputi 60.000 orang yang pernah mengalami stroke.

Mereka menemukan bahwa orang dengan SNPs yang dapat meningkatkan status besi adalah orang-orang yang paling mungkin mengalami stroke kardioembolik.

‘Jalan untuk studi lebih lanjut’

Tim juga menggunakan pengacakan Mendel untuk mengeksplorasi faktor lain yang mungkin berdampak pada risiko stroke.

Ini mengungkapkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak trombosit darah, atau sel-sel yang mendorong pembekuan dan menghentikan pendarahan, bisa berisiko lebih tinggi untuk stroke iskemik.

Investigasi lain mengarah pada penemuan bahwa individu yang rendah dalam Faktor XI, yang merupakan senyawa yang juga membantu pembekuan darah, dapat mengurangi risiko stroke kardioembolik.

“Semua temuan ini menyoroti perawatan potensial atau intervensi gaya hidup yang dapat membantu mengurangi risiko stroke, dan bahwa mereka dapat menawarkan jalan untuk studi lebih lanjut,” Dr Dipender Gill.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *