Kabar Kesehatan – Tips Lancarkan ASI Dr. Reisa Untuk Calon Ibu

Reisa Broto Asmoro yang bernama asli Reisa Kartikasari, wanita cantik tersebut lahir pada tanggal 28 Desember 1985 di kota Malang. Raisa adalah dokter Indonesia yang juga merupakan Puteri Indonesia Lingkungan dan Puteri Indonesia 2010.

Kini dokter Reisa Broto Asmoro memberikan tips kepada ibu yang sedang hamil agar berhasil dalam memberikan air susu ibu (ASI) kepada buah hati. Karena kebanyakan sekarang ini, seorang ibu malas untuk menyusui dengan berbagai alasan, dan akhirnya si buah hati diberikan susu formula. Padahal asi sangatlah berguna bagi daya tahan tubuh dan otak bayi.

Sebagai perempuan yang sudah melahirkan dua anak, Ania dan Yoda, Reisa berbagi pengalamannya.

“Yang pasti pertama adalah niat. Jadi asal sudah niat untuk memberikan ASI eksklusif, secara naluri keibuan, otaknya pasti akan mengeluarkan sendiri yang namanya hormon laktasi,” kata Reisa.

“Semakin kita percaya diri, semakin kita mau, pasti hormon itu akan makin terangsang untuk keluar dan produksi ASI-nya semakin banyak. Juga dengan melakukan IMD (inisiasi menyusui dini),” ujar Reisa.

Menurut dokter cantik tersebut, IMD sangatlah penting, tidak boleh dilewatkan sampai anak berhasil menyusu.

Selain penting bagi anak untuk mendapatkan kolostrum, ibunya jadi terangsang untuk bisa mengeluarkan ASI di hari-hari pertama dimana biasanya itu merupakan waktu yang paling krusial.

Selain IMD, kata Reisa, breast massage, breast care juga penting.

Tidak itu saja, pumping ASI setiap kali selesai menyusui juga penting, khususnya bagi ibu-ibu yang sedang bekerja.

“ASI itu kan supply and demand. Jadi makin banyak demand yang diminta akhirnya supply-nya dari tubuh makin banyak juga, dan itu yang membuat ibu bisa menyimpan ASI,” kata Reisa.

Reisa mengatakan, tidak ada makanan satu pun di dunia ini yang tidak bisa merangsang naiknya produksi ASI. Tapi, akan jauh lebih baik konsumsi yang mengandung vitamin dan mineral yang bagus untuk tubuh.

Tapi jangan lupa, kata Reisa, bukan cuma kuantitas ASI saja yang harus dipikirkan setiap ibu, tetapi juga kualitas ASI.

Terakhir, Reisa mengajak para ibu muda untuk tidak sampai stres akibat tekanan harus memberikan ASI untuk anak. Stres malah akan membuat produksi ASI itu pun terhambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *