Kabar Kesehatan – Vaksinasi Flu Dapat Mengurangi Resiko Kematian Gagal Jantung

Sebuah analisis terkini dari beberapa penelitian menyelidiki apakah orang dengan gagal jantung yang mendapat vaksinasi pada musim flu kurang terpapar resiko kematian dini. Satu kelompok orang yang beresiko tinggi pada musim flu adalah orang-orang yang hidup dengan penyakit jantung, karena mereka menghadapi bahaya komplikasi serius yang terkait dengan influenza.

Di antara kondisi jantung yang membuat orang beresiko tinggi selama musim flu adalah gagal jantung, di mana jantung tidak mampu memompa cukup darah ke arteri. Ilmuwan dari Sekolah Pascasarjana Ilmu Kedokteran Universitas Nagoya di Nagoya, Jepang, sekarang telah melakukan analisis terhadap penelitian yang sudah ada sebelumnya terkait dengan hubungan antara resiko kematian akibat semua orang di antara mereka yang menderita gagal jantung dan inokulasi terhadap strain flu musiman.

Temuan baru-baru ini menyiratkan bahwa resiko penyebab kematian di antara orang-orang dengan gagal jantung pada musim flu dapat dikurangi hingga setengahnya setelah melakukan vaksinasi influenza. Para peneliti melakukan analisis terhadap enam studi berbeda yang mencakup tiga benua (Amerika Utara, Eropa dan Asia) yang mengumpulkan data lebih dari 78.000 orang dengan gagal jantung.

Dari penelitian ini, peneliti mengamati dan melihat asosiasi yang disimpulkan dari catatan kesehatan pasien dan analisis retrospektif dengan mempertimbangkan hasil uji klinis. Fukuta dan tim tidak dapat menemukan uji coba kontrol acak yang ada yang menguji efek langsung dari suntikan flu pada orang-orang dengan gagal jantung.

Hasil studi yang dianalisis semuanya menunjukkan adanya resiko kematian akibat gagal jantung. Resiko itu dipotong sekitar 50 persen selama musim flu dan 20 persen untuk sisa tahun ini. Selain itu, inokulasi terhadap flu juga terkait dengan 22 persen penurunan resiko rawat inap untuk kejadian kardiovaskular.

Namun, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok dalam jumlah pasien gagal jantung yang memilih suntikan flu, dengan persentase penerima vaksin berkisar antara 28 dan 86 persen pada berbagai kelompok. Fukuta dan rekannya berpendapat bahwa ini mungkin karena pedoman kesehatan yang berbeda sangat bervariasi dalam saran yang mereka tawarkan kepada pasien gagal jantung ketika harus melakukan suntikan flu secara teratur.

Setelah analisis mereka terhadap penelitian yang ada ini, para peneliti mencatat bahwa semua hasil sejauh ini tampaknya menunjukkan bahwa individu dengan gagal jantung harus mencegah adanya resiko kesehatan tambahan untuk mendapatkan vaksinasi.

Namun demikian, penulis penelitian mencatat bahwa sebagian besar penelitian ini bersifat observasional dan oleh karena itu tidak dapat dengan mudah menunjukkan adanya hubungan kausal antara suntikan flu dan penurunan resiko kematian. Untuk menguji hubungan ini dengan benar, para periset menjelaskan bahwa penelitian terkontrol secara acak akan diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *