Kabar Kesehatan – Wanita Lebih Mudah Terkena Migrain

Siapapun yang telah merasakan migraine pastinya akan tahu bagaimana sakitnya dan juga sering betapa mustahilnya dalam beraktivitas disaat kamu merasa seperti otak yang terdorong keluar tengkorak. Namun sayangnya, sakit kepala yang luar biasa akan lebih sering terjadi kepada wanita. Peneliti telah menemukan bahwasannya wanita 4 kali lebih lebih mungkin dari  menderita migrain daripada pria.

Mengapa hal itu terjadi, memang masih saja misteri.namun ada 2 studi baru saja mulai mengungkapkan penyebabnya, dan menjelaskan apa yang sudah terjadi di dalam tubuh kita disaat terkena migrain. Mungkin saja penelitian itu akan membukakan jalan untuk pengobatan yang baru.

Di dalam 1 studi yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Neurology, pihak peneliti telah melihat adanya gejolak hormone telah berperan menyebabkan munculnya migraine, dikarenaan adanya banyak wanita maka akan cenderung mengalaminya disaat masa haid.

Merekapun telah mengevaluasi 114 perempuan yang memang biasanya mendpaatkan migraine biasa dan juga 223 wanita yang tidak. Para relawan juga telah dimintai membuat jurnal harian mengenai rasa sakit kepala mereka.

Para relawan telah menjalani tes pengukuran hormone harian dari periode 1 tahun selama total yaitu 10 tahun. Para peneliti juga telah menyadari, bahwasannya migraine akan lebih rawan terjadi kepada wanita yang mengalami adanya penurunan estrogen disaat hari-hari menjelang periode haid. Hal itu akan menjelaskan mengapa pria tak mengalami frekuensi sakit kepala.

Penelitian yang kedua juga telah diterbitkan did alam British Medical Journal telah menemukan bahwa wanita yang mempunyai migraine itu akan lebih mungkin untuk bisa mempunyai kondisi kesehatan yang serius, dan bahkan bisa termasuk adanya gangguan jantung yang fatal, daripada wanita tak mempunyai migraine atau yang biasa.

Para wanita yang memang menderita migraine 50% akan lebih mungkin mempunyai masalah kesehatan yang serius yaitu stroke ataupun serangan jantung. Meskipun hubungan dari sakit kepala dan juga kondisi jantung memang masih belum begitu jelas ditemukan, dari peneliti juga telah menduga hal tersebut aka nada hubungannya dengan faktor genetika ataupun peradangan di dalam tubuhnya.

Walaupun memang belum saat ini belum ditemukan obatnya agar bisa menyembuhkan migraine, namun dengan mendapatkan pemahaman yang baik akan tentang efek migraine ataupun pemicunya, akan bisa membantu peneliti melangkah 1 langkah untuk menemukan solusinya.

About The Author