Kabar Kesehatan – Yang Perlu Diketahui Dari Alergi Pisang

Alergi pisang adalah alergi terhadap protein tertentu yang ditemukan pada pisang. Reaksi alergi terhadap pisang berkisar dari yang ringan sampai yang berpotensi mengancam nyawa. Setiap anak atau orang dewasa yang menunjukkan gejala alergi pisang memerlukan evaluasi medis untuk menilai faktor risiko anafilaksis dan kemungkinan alergi terhadap zat lain.

Alergi pisang relatif jarang terjadi dan tidak termasuk di antara alergi yang paling umum. Di sebagian besar wilayah di dunia, kurang dari 1 persen populasi memiliki alergi pisang. Gejala alergi pisang bergantung pada jenis alergi yang dimiliki seseorang. Gejala juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Sebuah alergi yang relatif kecil, yang disebut sindrom alergi oral (SAO), terjadi ketika pisang datang ke dalam kontak dengan kulit bibir, mulut, dan tenggorokan.

SAO disebabkan oleh adanya protein dalam buah atau bahan tanaman lainnya yang serupa dengan yang ditemukan pada serbuk sari. Gejala OAS meliputi: ruam atau luka di mulut, bibir, atau lidah, pembengkakan bagian mulut atau tenggorokan, dalam kasus yang jarang terjadi, anafilaksis

Seseorang harus selalu berhati-hati saat mengenalkan makanan baru kepada bayi, terutama untuk alergen umum seperti kacang tanah. Jika anak mengalami eksim atau alergi lain, risiko reaksi alergi yang parah terhadap makanan atau zat lainnya lebih besar.

Orang tua harus memantau bayi dan anak-anak muda untuk mengetahui tanda-tanda sindrom alergi yang disebut sindrom enterocolitis yang diinduksi protein makanan (FPIES). Anak-anak dengan FPIES mengalami gejala gastrointestinal yang parah, termasuk muntah dan diare 2-3 jam setelah makan alergen.

Banyak bayi dan anak-anak dengan FPIES awalnya menunjukkan tanda-tanda alergi terhadap ASI atau susu formula. FPIES kemudian biasanya menyebabkan alergi pada banyak makanan saat ini mulai dimakan, meskipun susu dan kedelai termasuk di antara pemicu yang paling umum. Anak-anak dengan gangguan ini sering kali perlu makan makanan yang terbatas, dan FPIES yang tidak diobati dapat menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi parah.

Lebih dari seperempat anak-anak mengatasi alergi mereka, jadi mungkin saja anak yang memiliki alergi pisang pada akhirnya bisa makan pisang dengan aman. Anak-anak yang hanya memiliki reaksi alergi ringan secara signifikan lebih mungkin untuk mengatasi alergi.  Alergi pisang bisa merepotkan, namun pisang mudah dihindari. Orang tidak boleh berasumsi bahwa alergi pisang mereka tidak berbahaya atau akan hilang seiring berjalannya waktu. Bahkan alergi pisang kecil bisa berkembang menjadi lebih parah atau menimbulkan reaksi serius.

About The Author

Reply