Kabar Konflik Dunia – Inilah Pria Yang Diculik Hamas Gagalkan Gencatan Senjata

Negara Israel yang kemarin memberikan tuduhan Hamas dengan memberikan kabar mereka telah melanggar adanya gencatan senjata 72 jam, yang sudah di perantara oleh PBB dan Amerika Serikat, setelah dari Hamas melakukan invasi di dekat jalur Gaza.

Israel yang juga menyatakan telah kehilangan kontak dengan salah seorang prajuritnya, yang bernama Letnan Hadar Goldin, setelah seorang anggota Hamas melancarkan adanya serangan komando di hari Jumat kemarin kepada lokasi militer Israel berada di dekat Rafah.

Letnan Hadar Goldin, pria yang berusia 23 tahun tersebut sudah di yakini menjadi sepupu ketiga dari Menteri Pertahanan Israel yang bernama Moshe Yaalon. Dirinya yang sudah di duga kini ci culik oleh Hamas dalam serangan yang sudah menewaskan beberapa orang yang lainnya, yang di mana gencatan senjata di mulai dua jam berselang telah terjadi adanya pertempuran tersebut. Kabar ini yang di sebutkan di dalam media Daily Mail, yang sudah terbit untuk di hari ini, Sabtu (2/8/14).

Hadar sendiri memang sudah sempat di kabarkan baru melakukan tunangan untuk beberapa pekan sebelum dirinya di kirim ke Gaza, dirinya adalah seorang warga Inggris keturunan dari Israel. Akan tetapi Kementerian Luar Negeri Israel telah menyebutkan mereka tidak mempunyai suatu informasi yang menunjukkan bahwa Hadar memang benar-benar warga Inggris.

Akan tetapi dirinya telah di yakini tinggal lama di Inggris dalam beberapa tahun, bersama dengan saudara kembarnya pada dua kesempatan, di saat dirinya masih berusia berusia enam tahun dan 15 tahun.

Ayahnya yang sudah menghabiskan cuti panjang menjadi seorang akademisi di Universitas Cambridge dan keluarganya di ketahui adalah seorang aktivis Yahudi yang sangat kental.

Dengan sebab inilah gencatan senjata tersebut gagal untuk di laksanakan, padahal sudah di sepakati sebelumnya. Dan kini Israel dan Hamas masih saja meneruskan konflik mereka di Gaza.

Masih belum ada cara dalam mengusahakan melakukan gencatan senjata lagi antara kedua kubu yang tidak habis-habisnya dalam konflik sampai di hari ini.

About The Author