Kabar Kriminal – Ada Tersangka Baru Dalam Pembunuhan Cangkul Enno

 

Kabar babak baru untuk masalah kasus pembunuhan Enno Parinah kini masih berlanjut. Berasal dari tim Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang masih memberikan peluang adanya kemungkinan bisa mendapatkan tersangka baru akan kasus pembunuhan sadis wanita cantik tersebut dengan cangkul untuk beberapa saat lalu. Hal tersebut sudah di ketahui berasal dari saksi mahkota dan juga menjadi tersangka akan kasus ini yang bernama Rahmat Arifin.

AKBP Budi Hermanto, yang menjabat menjadi ‎Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya baru saja memberikan ungkapan kalau pihaknya akan segera mendalami informasi yang ada di dalam persidangan, termasuk kemunculan nama dengan sebutan Dimas Tompel. Sekalipun dari Rahmat Arifin sudah mengakui bahwa keterangan yang di berikan berada di persidangan adalah kebohongan.

“Saat ini kami mendalami juga, info-info apapun masih tetap kami terimakan untuk bisa menyelidiki lebih dalam lagi. Bisa di artikan nanti akan bisa kami cek dari penyesuaiannya. Berdasarkan beberapa bukti-bukti yang lebih jelas,” tukas dari AKBP Budi Hermanto kepada wartawan untuk hari kemarin Jumat (10/6/16) berada di Jakarta.

Mengenai tentang penjelasan berada di dalam persidangan yang dimana sang pelaku ARL yang berusia 16 tahun tersebut tidak terlibat pembuhan, menjadi suatu hal biasa menurut Budi. Yang paling penting adalah polisi saat ini sudah mendapatkan beberapa bukti-bukti bahwa dari RAL, IA, dan RA sudah terlibat di dalam pembunuhan sadis ini.

“Itukah berasal dari pendapat mereka. Silahkan saja mereka berpendapat. Kami sudah mempunyai alat bukti yang lebih spesifik. Kepada mereka yang telah tertangkap penahanan buktiinya saat ini sudah cukup jelas dan terang,” tambah dari Budi.

Polisi pun kini tidak bie menutup adanya kemungkinan kalau tersangka pembunuhan karyawati ini bisa bertambah lagi. Akan tetapi dirinya sudah memastikan bahwa kemunculan dari tersangka baru tidak akan keterlibatan dari RAL tadi.

“Jika dari mereka menambahkan keterangan kalau ada tersangka yang lainnya, kami bisa melakukan pendalaman lagi. Akan tetapi ini bukan alasan mereka untuk mengeluarkan RAL dari jeratan hokum,” tegasnya.

Be Sociable, Share!