Kabar Kriminal – Pembunuh Engeline Bali Dikeroyok Di Dalam Tahanan

Masih ingatkan adanya suatu kasus pembunuhan bocah yang sudah terjadi di Bali untuk beberapa bulan yang lalu. Seperti pembunuhan bocah malang yang bernama Engeline kini ada kabar terbaru mengenai kasus itu. Bukan masalah kasus yang lama. Akan tetapi dari tersangka kasus pembunuhan bocah Engeline yang sudah di ketahui bernama Agus Tay Hamda May, mendapatkan nasib buruk. Dirinya telah di keroyok para penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. Kabar tersebut yang sudah di ungkapkan langsung dari sang kuasa hukum Agus, bernama Haposan Sihombing.

“Berada di hari kemarin memang saya mendapatkan kabar langsung dari rekan Hotman Paris (tim kuasa pengacara Agus), maka dari itu saya yang langsung untuk bisa pergi ke LP Kerobokan agar bisa menemui klien kami Agus. Untuk saat ini Agus sudah mulai membaik lagi,” terang jelas dari Haposan di hari ini, Rabu (16/9/15) di temui setelah dirinya mengujungi LP Kerobokan.

Haposan Sihombing sendiri yang sudah menceritakan seluruh kronologi kejadian yang berada di LP Kerobokan itu. Ternyata dari peristiwa pengeroyokan ini yang memang sudah terjadi untuk seminggu yang lalu, tepatnya berada di tangga 7 September beberapa hari kemarin. Pada saat itu memang bertepatan dengan pelimpahan berkas perkara berasal dari kepolisian kepada kejaksaan.

Setelah dari kejaksaan meresmikan menjadi tahanan kejaksaan, Agus yang di titipkan dahulu berada di LP Kerobokan. Pada saat itulah ada suatu peristiwa pengeroyokan yang sudah terjadi.

“Agus sendiri yang sudah menyampaikan akan kejadian yang sudah dia alami, penganiayaan itu sudah terjadi berada di pukul 1 siang, di saat setelah pelimpahan dari polda kepada kejaksaan. Maka dari itu Agus yang di titipkan dahulu berada di LP Kerobokan. Di sana Agus yang langsung di keroyok dan di bully, dengan nama ‘Kamu pembunuh Engeline ya…” terang dari Haposan Sihombing lagi. Adapun di tahanan tersebut dirinya di keroyok tahanan yang lainnya berjumlah tiga orang, akan tetapi saat ini mereka sudah berdamai.

About The Author