Kabar Kriminal – Salah Paham, TNI Amuk Anggota Polisi Sampai Babak Belur

 

Karena adanya masalah yang sepele. Karena salah paham di saat mengantre dari bensin berada di SPBU, salah satu oknum TNI Yonif 744/SYB yang langsung untuk melakukan tindakan aniaya kepada salah seorang anggota Polres Timor Tengah Utara dengan menggunakan sangkur dan double stick. Dari kejadian yang sangat memalukan ini telah terjadi di hari kemarin, Selasa (12/8/14).

Briptu Agur Tafuli yang menjadi korban penganiayaan tersebut yang terus untuk berlumuran darah langsung di bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Berada di dalam ruangan ICU, korban yang mengakui telah di aniaya oleh oknum TNI yang berasal dari Yonif 744/SYB. Setelah dirinya menganiaya, pelaku menelpon kepada rekan-rekannya.

Berada di dalam waktu yang tidak berselang lama, bisa diketahui sebanyak 10 anggota dari TNI Yonif 744/SYB yang sudah di telpon tai berada di lokasi tersebut. Salah seorang saksi yang bernama AK mengenal dengan jelas dari enam pelaku TNI itu.

Mengerti akan kejadian ini, dari Wakapolres TTU, Komisaris Dede Rochmana, telah  melakukan suatu tanggapan dengan kejadian ini. Dirinya yang sudah meminta adanya petungjuk dari pimpinannya dan sudah berkoordinasi dengan pihak TNI.

Dari hasil Koordinasi, pimpinan dari dua institusi TNI dan juga Polri tersebut akan bisa bertemu untuk menyelesaikan masalah itu sekaligus untuk mengingatkan anggota-anggota masing untuk tidak lagi terprovokasi dan tidak bertindak untuk main hakim sendiri.

“Saya yang sudah melakukan tindakan mengatasi masalah tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak TNI, dengan secepatnya pimpinan dari dua institusi akan bisa bertemu untuk bisa selesaikan masalah tersebut,” ujar dari Kompol Rochmana.

Sambil dengan berdampingan sang korban berada di ruang ICU RSUD TTU, Kompol Rochmana memberikan ungkapan lagi, dirinya sudah mengingatkan kepada seluruh bawahannya agar tidak melakukan suatu aksi balasan.

Sementara itu, hasil investigasi sementar dari pihak TNI, peristiwa tersebut yang sudah murni karena salah paham.

Be Sociable, Share!