Kabar Kriminal Terkini – Kronologi Miris Terbunuhnya Mahasiswa Undip

Setelah di beritakan pembunuhan yang sudah terjadi dari mahasiswi jurusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang, bernama Ina Winarni (21). Dari pembunuhan tersebut yang sudah terjadi rumah pamannya. Tepatnya pada tanggal 9 September yang lalu. Kasus ini di ketahui kemungkinan telah di rencanakan oleh pelaku. Demikian ungkap polisi.

Seorang pria yang bernama Musthofa, berusia 26 tahun yang menjadi tukang berada di bangunan tersebut yang sudah menjadi pelaku pembunuh sadis mahasiswi yang berasal dari Sumedang itu yang di lakukan pada pukul 11.30. Sedangkan dari tersangka yang sudah keluar dari rumah korban sekitar 01.30.

Ia yang sudah berhasil membunuh korban dengan kondisi tangan terikat dengan tali tambang. Yang menjadi ironis dari semua itu korban di bekap kurang lebih selama dua jam, dan pada akhirnya di bunuhnya.

Pertama kali dari tersangkan menuju ke rumah korban melalui pintu belakang dari rumah korban. Pada saat itu memang rumahnya dalam keadaan sepi. Setelah itu dirinya masuk ke jendela samping. Begitu mengerti korban berada di lantai dua, pelaku yang langsung mengeksekusi dengan membekap korban dengan menggunakan tali dan meninggal dunia.

“Setelah dirinya berhasil untuk menjebol plafon, tersangka yang masuk ke kamar korban berada di lantai dua, setelah itu langsung untuk membekap korban menggunakan kain. Dari leher korban yang sudah di jerat dengan menggunakan tali tambang. Setelahnya korban yang di seret ke lantai bawah dan di bawanya ke kamar utama,” ujar dari Kombes Pol Djihartono di Semarang,dirinya adalah Kapolrestabes, untuk hari ini, Sabtu (13/9/14).

Kini sudah di temukan kalau tubuh korban memang berlumuran banyak darah dengan posisi terlentang di kolong ranjang rumah pamannya Umar tersebut.  Dari kondisi tanganya yang telah terikat dengan seutas tali. Sedangkan untuk bajunya terbuka dengan celana melorot.

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini, apakah dari korban sudah menyebuhi korban. Kini juga akan dilakukan adanya visum untuk korban tersebut.

About The Author