Kabar Kriminal Terkini – Sri Panuti Ternyata Meninggal Bukan Karena Mutilasi

Berita mengenai masalah insiden pembunuhan di Malaysia, Penjabat dari Kedutaan Besar RI berada di Kuala Lumpur, Malaysia yang sudah memberikan kepastian jasad TKI yang bernama  Sri Panuti tidak bisa dimutilasi. Dugaan jasad yang berasal dari Batang, Jawa Tengah, itu telah di mutilasi, bermula berasal dari polisi yang bisa menemukan jenazahnya dalam bungkus karung di perkebunan kelapa sawit berada di kota Perak.

Demikian yang sudah di sebutkan berada di siaran pers yang di dapatkan oleh beberapa wartawan berasal dari KBRI Kuala Lumpur berada di hari Rabu ini, (17/12/14). Mengerti dari informasi yang ada yang sudah di sampaikan oleh Inspektur Polisi, Malarvili Murugason, jenazah dari Sri yang sudah di temukan dalam keadaan utuh.

“Berada di tim satuan tugas perlindungan WNI sudah di informasikan kalau jasad memang sudah sulit di kenali karena telah membusuk. KEndati demitkian satgas masih belum di izinkan untuk melihat jasad tersebut secara langsung,” ujar dari KBRI KL kepada wartawan.

Jasad tersebut yang di katakana oleh polisi di temukan beberapa hari usai kematiannya. Sementara dari adanya hasil otopsi yang memberikan indikasi kalau Sri meninggal karena benturan kepala dengan benda tumpul. Bukan karena mutilasi.

“Pernyataan yang menyebutkan jasad Sri di mutilasi memang tidak benar. Banyak media Indonesia yang memberitkan kalau kematian Sri tersebut karena di mutilasi,” terangnya yang sudah memberikan bantahan.

Sekarang ini, polisi Malaysia masih memburu teman korban yang bernama Ari atau Bejo. Hal ini di sebabkan dirinya di duga menjadi saksi kunci peristiwa tragis yang menimpa Sri. Ari sendiri merupakan orang yang terakhir yang terlihat akan bertemu Sri sebelum dirinya di temukan telah meninggal dunia.

Untuk yang terakhir kalinya, Sri yang sudah terlihat berada di rumah Ari pada tanggal 1 Desember 2014. Sementara dari pihak kepolisian yang sudah temukan jasadnya dalam tiga hari kemudian.

“Sementara ini, polisi yang sudah menetapkan kepada Ari atau Bejo untuk menjadi buron alias Daftar Pencarian Orang (DPO). Pihak polisi saat ini sudah menyebarkan foto dari Ari,” terang dari KBRI di KL.

About The Author