Kabar Kuliner – Antrean Sampai 10 Hari hanya Demi Ramen di Taipei

Ada harga yang haruslah dibayar hanya untuk semangkuk makanan yang begitu super nikmat. Namun ini bukanlah hanya mengenai harga. Ada banyak orang merasa tidak bermasalah dengan mahalnya harga makanan ini hanya untuk mencicipinya.

Tapi, ada harga lainnya yang memanglah harus dibayarkan untuk bisa mencicipi bagaimana rasanya ramen terbaik yang berasal dari negara Jepang ini. Ramen Jepang ini sangatlah populer sebagai salah satu ramen terbaik yang ada di dunia oleh Forbes 2016 silam. Dan memang baru-baru ini telah membuka cabangnya di Taipei, Taiwan.

Pembukaan cabang ramen terbaik ini yang ada di Taipei membuat para penggemar kuliner begitu kegirangan. Antusiasme para warga Taipei ini memang membuat mereka harus bisa mengantre panjang. Dari EJ Insight, mereka pun akan rela mengantr hingga 10 hari secara berturut-turut berada di lular restoran hanya demi bisa mencicipi ramennya.

Seperti yang telah dikutip dalam Mashable pada hari Rabu, 05/07/2017 para pengantri ini bahkan rella menunggu kurang lebih 40 menit hingga 1 jam loh. Dan dalam 1 hari saja orang yang mengantre bisa mencapai 200 orang. Waow segitu semangatnya ya mereka.

Demi bisa mendapatkan ramen yang memang mereka inginkan, ada banyak sekali yang mengantri dari pagi hari. Karena dengan pergi disaat pagi hari akan membuat mereka tak terlalu dalam dalam mengantri. Tapi, ternyata merekapun tetap mengantre lama juga.

Rekor antrean yang berada di gerai Ichiran Taipei yaitu selama 10 hari dan bahkan telah mengalahkan sebuah rekor antreannya sendiri. Sebuah rekor antrean yang ada di Ichiran sebelumnya hanya mencapai 8 hari saja disaat membuka outlet di Hongkong beberapa waktu silam.

Ichiran ramen yang berbasis Fukuoka begitu terkenal dikarenakan ramen tonkotsu atau kaldu dari babi. Selain ramennya yang begitu menggoda, ternyata pengaturan tempat duduknya pun juga begitu unik yaitu adanya tambahan sekatnya bagi mereka yang ingin makan sendirian.

Di Tokyo, gerainya dilengkapi mesin pemesanan secara otomatis. Para pelanggan harus memesan secara cendiri makanan yang memang diinginkan, lalu memberikan tiket yang sudah didapatkan diberikan kepada para pelayan sebelum dapat menyantapnya.

About The Author