Kabar Kuliner – Bakso Beranak di Kota Demak

Ada tepat di depan pintu masuk sebuah makam Sunan Kalijaga yang terdapat di Kadilangu yaitu dikabupaten Demak, Jateng ada sebuah bakso yang menawarkan varian yang baru untuk para peziarah yang membutuhkan pengganjal perut.

Sebuah kedai tradisional yang dulunya hanyalah menyediakan bakso dengan porsi yang standar. Ternyata pasang surut usaha maka berlaku juga untuk usaha dari bapak Hartoyo yang memang sudah membuka usaha bakso ini dari 18 tahun silam.

Beberapa bulan sebelum beliau memutuskan untuk menjual sebuah bakso beranak yang memang dasar dari daging kerbau ini usahanya memang sepi pengunjung. “Idenya itu muncul dari keponakan saya, dia menyuruh saya untuk membuat bakso beranak saja, agar bisa aris lagi. Di Demak memang belum ada,” jelas Hartoyo yang saat itu ditemui di warungnya, seperti yang dilansir dalam kompas.com pada hari Senin, 27/02/2017.

Bisa mencetak bakso beranak memang sangat diperlukan ketlatenan. Mula-mula dari 1 sendok daging giling yang ditaruh di dalamm cetakan dan juga dipipihkan, kemudian dimasukkan 3 butir telur puyuh, kemudian sesendok penuh dengan daging kerbau & juga 4 butir bakso seukuran kelereng.

Dan kemudian ditutup dengan adanya adonan lagi sampai berbentuk bulatan bakso ang memiliki diameter 15 centimeter. 1 kg adonan hany bisa untuk membuat 4 butir bakso beranak saja. Jadi, terbayang kan berapa besarnya ukuran bakso itu.

Setelah bakso itu dicetak, kemudian dimasukkan di dalam air yang sudah mendidih sekaligus dengan menggunakan cetakan. Di dalam proses perebusan menggunakan waktu kurang lebih 15 menit. Tanda bahwasannya bakso sudah matang adalah jika bakso itu bisa lepas sendiri dari wadahnya.

“Daging yang kami pilih memang dari daging kerbau yang sangat kaya akan serat, tidak sehalus daging sapi. Namun, disaat makan bakso itu akan terasa tekstur kenyalnya di lidah disaat kunyah,” jelas Hartoyo.

Selain hal itu, ada alasan di dalam penggunakan daging kerbau ini adalah karena menghormati kepercayaan dari warga Kadilangu yaitu tentang larangan memotong sapi dalam lingkungan makan sunan Kalijaga.

Dan sementara keponakan dari pak hartoyo yaitu Novi Ekawati yaitu sang pencetus ide dari bakso beranak itu mengatakan bahwasannya ide itu memang tidak murni dari dirinya. Semenjak memproduksi bakso beranak itu, maka warung bakso barokah pun juga makin ramai pembelinya.

About The Author