Kabar Kuliner – Buang Titel Dokter Hanya Demi Menjadi Chef Ganja

Untuk sebagian orang yang bertittle dokter pastinya akan sangat bangga. Tapi tidak dengan Chris Sayegh. Dari ada menjadi seorang dokter dia merasa lebih nyaman memakai sebuah kostum putih seperti chef daripada jas putih yang khas dipakai seorang dokter.

Sebagaimana sperti yang sudah dikabarkasn dari metro pada hari Selasa, 06//12/2016, Chris telah meninggalkan kuliah kedokteran, padahal dia baru saja memasuki di tahun ke-2. Dia sudah merasa di dunia tidak sesuai untuknya. Dia pun juga telah memutuskan untuk menjadi chef yaitu dengan memadukan kegemaran memasak dan juga menikmati mariyuana.

“Saya saat itu sedang kuliah di tahun ke-2 di Universitas California, yang ada di Santa Crus Amerika Serikat disaat melihat visi dari dalam diri saya dengan memasak di dapur menjadi sangat keren di seluruh dunia. Disaat itu juga saya telah memutuskan tak akan membiarkan seorang pun membuat apa yang sudah aku putuskan.”

Akhirnya Chris telah bertekad untuk mempertanggungjawabkan di kehidupan dia sendiri. “Jadi sejak saat itu, kehidupanku menjadi berubah begitu drastic,” jelas Chris. Dia tidak gentar sekalipun dari pekerjaan dapur pun tak lebih mudah dari sebuah pekerjaan medis.

Memang Chris mengakui, bahwa tayangan televise yang sudah memperlihatkan chef kawakan yaitu Gordon Ramsay yang naik pitam ada di dapur, memarahi timnya itu, bukan lagi mengada-ada. “hal itu benar-benar sudah terjadi,” jelasnya. Namun dia sudah bertekad untuk menjadi seorang chef dan telah siap menanggung sebuah resiko.

Chef sudah rela bekerja 15 jam sehari, 6 hari seminggu dan sekalipun merasa sangat babak belur karena demi maraih mimpinua untuk bisa menjadi seorang chef. “Setiap hari memang bernilai,” jelas pemilik dan juga pemimpin dari The Herbal Chef yang sudah terkenal dari racikan menu yang berbahan baku ganja.

Hampir di setiap menunya yang sudah dibuat Chris memang dibubuhi ganja. Pastinya, tak sembarangan orang dapat masuk dan juga bersantap di sebuah restoran milih Chris ini. yang bisa mengonsumsi hanya usia 21 tahun dan juga dapat memperhatikan kepemmilikan dari kartu medial marijuana.

About The Author