Kabar Kuliner – Inilah Cerita Satai Klatak

 

“Klatak……Klatak,” suara dari percikan api yang berpadu dengan daging kambingnya yang ditusuk dengan menggunakan teruji  yang memang hanya dibumbui garam membahana. Akan semakin kencang orang yang membakarnya maka keraslah juga Klatak yang timbul.

Bumbu yang sederhana itu yang menjadikan nnama baru menu sate ini menjadi ikon kuliner yang ada di Yogyakarta. Asal mulanya nama klatak itu memang melekat di benak Mertua dari bapak Jupaini yaitu Siti Khalimah. Beliau adalah seorang pelopor dari warung satai klatak yang ada di Bantul. Disaat itu, pak Jupaini dulunya bekerja sebagai kusir andong telah memutuskan untuk beralih menjadi penjual satai kambing.

“Bapak memang memakai bumbu garam saja dan dilumuri ke daging kambingnya sebelum dibakar. Garam yang terbakar itu akan menghasilkan sura klatak,” jelas perempuan yang kini sudah mengelola warung satai kambing bersama dengan sang suami saat acara silaturrahmi nasional dari seorang peternak kambing saat berada di pasar Gabusan Bantul seperti yang sudah dilansir dalam liputan6.com pada hari selasa, 01/11/2016.

Sementara, kekayaan dari bumbu yang dituangkan di dalam kkuah kare yang memang mirip dengan uah gulai dengan pelengkap hidangan klatak. Dari mertua ingin sekali menjual satai kambing dengan menggunakan kemasan yang tak biasa. Dan akhirnya jeruji sepeda telah digunakan sebagai pengganti dari tusuk kambingnya.

Dari pembakarannya, jeruji telah menghasilkan kematangan merata bagi dagingnya. Namun, berbeda dengan adanya yang konvensional, dan tusuk bamboo akan lebih patah padahal dagingnya juga belum terbakar dengan sempurna.

Siti juga mengungkapkan, bahwa sudah hampir seluruh penjual satai klatak ini ada di jalan imogiri adalah eturunan dari pak Jupaini. 3 dari 9 anak telah memiliki warung satai klatak ini. namanya yaitu warung sate kambing Hawing, Maadi dan juga Kabul. Sementara Kabul merupakan suami Jupaini yang sudah eneruskan usaha dari sang mertua.

2 orang cucu dari pak Jupaini adalah kakk beradik yaitu pak nyong dan juga pak pong mendirikan juga warung satai klatak. Kalau warung satai pak pong berada di jalan Imogiri Timur memang lebih terkenal dari yang lainnya. karena dari berbagai wisatawan domestic memang menjadikannya  sebagai warung satai yaitu sebagai tepat untuk mencicipi kulinek satai klatak.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author