Kabar Kuliner – Makanan Khas Indonesia, Sebenarnya Apa?

Kuliner Nusantara merupakan salah satu aset & kekayaan bangsa. Di setiap daerah yang ada di Indonesia mempunyai banyak sekali makanan khas yang sangat menggugah selera. Ragil Imam Wibowo merupakan salah koki yang memiliki hobi menggali kekayaan kuliner Nusantara. Ragil adalah seoang kokoi yang wajahnya tak jarang dilihat di acara telecisi dan rajin menjelajah di sebuah daerah terpencil yang ada di Indonesia guna menjajal kuliner local.

“Pada setiap derah memiliki keunikan masing-masing. Disetiap masakan akan bisa menggambarkan apa saja yang terjadi di sebuah daerah itu,” jelas ragil disaat ditemui disebuah restoran yaitu Nusa Indonesia Gastronomy di daerah Kemang Jakarta.

Ragil telah mengatakan bahwa rata-rata masalah yang ada di Indonesia mempunyai pengaruh dari beberapa bangsa lain. Misalnya saja dari makanan di daerah barat Indonesia, ada banyak sekali pengaruh dari budaya Timur Tengah, India, dan juga Portugis.

Sedangkan untuk daerah Timur Indonesia, maka Ragil telah melihat adanya pengaruh dari budaya Spanyol dan Portugis. Kedatangan dari para pedagang China dan seperti saja Cheng ho akan memberikan pengaruh yang luar biasa kepada masakan di Indonesia.

“Uniknya di derah Maluku dulunya penghasil rempah-rempah, namun masakannya malah tidak ada rempah-rempah. Dan sedangkan Aceh yang memang menjadi daerah pedagang dari rempah-rempah malah memiliki masakan yang sangat kaya akan rempah & juga bumbu,” jelas Ragil.

Disaat ditanya apakah ada masakan Indonesia yang orisinil, Ragilpun menjawab “Terus terang saja saya sangat susah untukmenjawabnya, dikarenakan makanan yang ada di Indonesia ini merupaan melting pot. Jika disuruh untuk menyebutkan yang otentik, maka mungkin saja tidak sampai sepuluh,” jelas Ragil.

Tap, Ragil melanjutkan makanan yang memakai keluak seperti saja rawon, dan juga brongkos tidak pernah dia lihat di tempat ataupun negara yang lainnya. begitu juga dengan gudeg & tempat serta kecap manis.

“Kecap manis sebenarnya ada pengaruhnya dari budaya China, kecap asinpun juga. Namun, diluar tidak ada yang menjual makanan kecap manis. Kita ini memang sangat beragam, makanannya pun juga sangat beragam,” akhir Ragil.

About The Author