Kabar Kuliner – Mulai Banyak Dikenal, Inilah Ciri Khas Kopi Muria

Kopi yang berasal dari pegunungan Muria, saat ini memang mulai banyak dikenal serta diminati. Hal itu terbukti, kurang lebih 40 warung kopi modern yang telah bermunculan dan sajian utamanya berupa olahan dari kopi muria.

Barisa Kedung Koffee, Khoirul Manan 22 tahun serta petani kopi muda tersebut telah membeberkan bagaimanakan membedakan kualitas kopi yang sudah mulai ditanam pada tahun 1825. Penanaman tersebut dilakukan pada masa Gubernur Jenderal Hinda Belanda yang bernama Hohannes graaf van den Bosch. Dimana pada waktu itu telah menerapkan peraturan tanam paksa pada seluruh Pulau Jawa, salah satunya berada di Pegunungan Muria.

Manan juga menambahkan, kopi Robusta yang berasal dari Muria itu memiliki kualitas yang baik, apabila tak ada steknya maupun sambungan saat menanam. Robusta Muria alami memiliki kualitas yang begitu baik.

“Ciri robusta Muria secara umum cenderung rimbun tanaman kopinya,” jelasnya ketika ditemui pada Kedung Koffee miliknya.

Manan pun membeberkan apabila Robusta Muria begitu khas rempah – rempah serta memiliki aroma yang manis. Hal itu juga sama pada cirri – cirri Arabica Muria.

“Apabila Arabica, tanamannya yang ada di Muria memang begitu sedikit. Hal itu dikarenakan faktor ketinggian serta petani yang dulunya memang sedikit. Memang petani kebanyakan teah menanam robusta,” tambahnya.

Manan pun mengungkapkan apabila rasa kopi Muria itu mantap, berbeda dengan kopi yang berasal dari daerah yang lain. Kopi yang telah ditanam pada lereng gunung yang memilliki ketinggian 800 mdpl hingga 1100 mdpl, mempunyai histori yang kuat bersama bangsawan Belanda.

Selain Robusta, di Pegunungan Muria pun juga memiliki Kopi Liberika dan kopi Arabica. Kopi Arabica Muria memiliki rasa yang agak asam, seperti dengan buah yang khas dari Muria Parijotho.

Kopi Liberika Muria disebut masyarakat loka sebagai exelsa atau kopi nangka yang memiliki cirri aroma nangka serta rasa kopi nangka.

“Liberika tenamannya lebih kecil dan tinggi. Tanamannya pun banyak ditemukan pada kawasan penduduk di sekitaran Pegunungan Muria, mulai dari Jepara, Kudus dan Pati,” bebernya.

About The Author