Kabar Kuliner – Sajian Istimewa dari Retoran Oasis Sangatlah Melegenda

 

Jika dilihat dari luar bangunan, penampakan dari restoran ini memang terkesan biasa-biasa saja. Sebuah gedung yang berlantai 2 cat putih yang bertulisan Oasis Restoran ada di bagian atap dena.

Restoran ini memiliki kesan vintage yang begitu terasa disaat melangkah kaki ke bagian teras bangunan. Sebuah sambutan yang begitu ramah dari seorang pria paruh baya yang membuat kesan angker menjadi sirna secara seketika. Dia adalah o’om Mucharam Endi sudah selama 38 tahun sudah bekerja sebagai seorang general Manager di sebuah restoran milik dari Tirto Utomo tersebut.

“Oasis memang diambil dari kata Oase yaitu mata air di padang pasir dan gedung restoran ini sudah berdiri sejak 1928 silam milik seorang miliuner dari Belanda yang juga memiliki kebun the, kina dan karet,” jelas O’om saat dijumpai di sebuah daerah raden saleh seperti yang sudah di lansir dari merdeka.com pada hari minggu, 14/08/2016.

Gong besar yang berada di tengah-tengah restoran tersebut akan ikut memberikan suatu ucapan selamat datang untuk para pengunjung yang ada di restoran yang sudah berdiri sejak 1968 itu.

Sangat ebrbeda dengan tempat makan yang lainnya, karena Oasis restoran dahulu adalah rumah milik F Bandenburg van Oltsende dengan arsitektur colonial Belanda.

Bisa dilihat dari tiang bangunan yang juga menopang di bagian depannya, selain itu juga dilihat dari konstruksi atap yang tinggi, kusen dan pintunya dari kayu jati, ubin membiliki corak hitan ==m dan putih serta berbagai lukisan yang ada di lantai 2 masih sangat terawatt sampai saat ini.

“Gedung ini memang terpelihara dengan sangat baik, tak ada sebuah ruangan yang sengaja direnovasi dan juga propertinya tak ada yang diimport. Hanya pada tanggal 11 Juni 2011 silam, dilakukan sebuah pengecekan atap keropos dan juga saluran air,” tambahnya.

Bagi O’om, Oasis akan menjadi unik dikarenakan akan menonjolkan sebuah bangunan kuno yang memang disulap menjadi seperti sebuah museum dengan puluhan topeng tradisional. Selain dipajang beberapa topeng tradisional ada juga gambaran budaya nusantara sangat kental dengan budayanya jadi, akan menjadi daya tarik sendirinya dari berbagai wisatawan mancanegaranya yang ada di Ibukota.

“Restoran akan tutup di setiap hari Minggu dan ada 90% tamu disana adalah wisman. Sedangkan mebu makanan yang dipersembahkan adalah dari 2/3 adalah dari menu Indonesia,” tutupnya.

Be Sociable, Share!

 
8  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author