Kabar Kuliner – Sarapan Pelangi Bisa Dongkrak Konsentrasi Anak

Ada banyak sekali pola makan untuk sarapan di pagi hari. Dan salah satunya yaitu sarapan, yang telah diyakini banyak sekali orang yang memberikan pengaruh untuk para aktivis anak kurang lebih selama ada di sekolah.

Anak yang  telah memulai hari dengan  memulai hari dengan melakukan sarapan telah diketahui agar lebih focus disaat belajar & juga aktif dengan berkegiatan  di lluar ruangan. Di dalam sejumlah studi, sarapan telah diketahui dapat mencegah anak akan mengalami obesitas.

Senada dengan hal itu, maka dari Staf Ahli Menteri Pendidik & Kebudayaan RI dalam Bidang Hubungan Pusat & daerah yang bernama James Modouw telah mengibaratkan sarapan misalnya saja bahan bakar untuk anak-anak sekolah.

Baginya sarapan itu dapat membantu memaksimalkan adanya proses kerja otak disaat menerima materi pelajaran. “Disaat tidur, tubuh akan seperti sedang berpuasa dikarenakan taka ada asupan makanan dan juga minuman. Maka dari itu, disaat pagi hari sebelum melakukan aktivitas anak memang harus diberikan sarapan dengan asupan gizi sesuai dengan kebutuhannya atau harus seimbang,” jelas James seperi yang sudal dilansir dalam cnnindonesia.com pada hari Minggu, 11/12/2016.

Di dalam sebuah studi Knowledge, Practice, Attitude yang sudah dilakukan Frisian Flag Indonesia dengan Pusat kajian Gizi & Kesehatan dari DKM UI telah menemukan ada beberapa hal ayng bsia membuat anak menjadi malas untuk sarapan.

Ada banyak anak yang mengakui sudah melewatkan sarapan meereka dikarenakan bangun kesiangan, jadi takut jika terlambat sekolah sehingga tak ada makanan yang telah disiapkan pihak orang tua. Dari Achmad Syafiq selaku ketua PKGK FKM UI telah mengatakan dengan melewatkan sarapan dapat membuat konsentrasi anak akan menjadi terganggu. Karena itu disaat tidur tak ada asupan makanan & juga minuman sehingga harus ada asupan gizi untuk bisa mengawali harinya.

“Selain anak akan menajdi susah konsentrasi, jika melewatkan sarapan maka anak akan menjadi mudah mengantuk, merasa kelelahan, jadi bisa memengaruhi kualitas belajarnya,” jelas Syafiq disaat ada kesempatan yang sama.

Di NTT, di dalam sebuah studi juga telah menemukan sebuah fakta yaitu hampir 90 % anak sekolah telah terbiasa sarapan di pagi hari. Hanya saja, peru didalami kualitas sarapan, dan juga jenis makanan dan juga kandaungan gizinya.

Ada menu yang beragam yang bisa mengandung banyak sumber zat gizi yang lengkap yaitu adanya protein hewani, nabati, vitamin, mineral dan sumber energy. Maka dari itu dia telah mengibaratkannya  menjadi kombinasi gizi yang seimbang seperti pelangi di piring. Dengans emakin banyak kombinasi warnanya di dalam piring, maka akan semakin baik untuk anak.

About The Author