Kabar Lucu Terkini – Bocah Ditilang Malah Nangis Satu Jam

Memang siapa yang terima dengan adanya suatu penilangan yang di lakukan oleh pihak polisi. Saya rasa sudah banyak yang menyesal setelah di tilang oleh polisi. Padahal dari dahulu polisi sudah memberikan himbauan untuk para pengendara motor harus mempunyai dari SIM dan surat-surat motor yang lengkap. Itu memang sudah menjadi himbauan semenjak bertahun-tahun  yang lalu. Namun masih saja yang tidak memperdulikan, dan setelah di tilang mereka semua merasa sangat menyesal.

Seperti cerita yang asli dan sangat menggelikan perut anda. Ada salah seorang pria yang telah tertilang bertingkah laku sangat lucu. Pria yang menggunakan jaket berwarna cokelat tersebut menangis mengerti kalau ada polisi telah menilang dirinya. Motor nyentrik Satria FU berwarna merah telah di bawa oleh pihak polisi lalu lintas. Dengan tidak merasa malu akhirnya dirinya menangis secara tersedu-sedu di pinggir jalan, padahal polisi tidak memperlakukan tindakan atas tingkah lakunya itu. Namun pria itu tidak berhenti untuk menangis.

Dengan menangis dirinya merengek-rengek kepada polisi yang ada di sana.

“Pak ampun pak jangan tilang saya pak, ampun,” ujarnya dengan terus merintih menangis.

Sudah di ketahui tangis dari salah pemuda yang bernama Wahyu tersebut, dari Kedungmundu itu tidak memberikan respek simpatik dari polisi. Dirinya tetap di tilang karena Wahyu memang tidak membawa dari surat penting seperti dari SIM dan juga dari STNK. Lebih buruknya motor yang di milikinya tersebut tidak lengkap, tidak ada kaca spion yang ada di motornya.

Bisa di meniti kalau sang pemuda tersebut telah menangis selama satu jam di pinggir jalan. Dirinya yang tidak menghiraukan dari banyak orang yang mengolok-oloknya karena dirinya memang cengeng. Tanpa habis piker dirinya teruskan menangisnya walaupun dari polisi memberikan surat tilang dan kuncinya. Dan dirinya tidak bisa melepas dari helmya tersebut. setelah itu akhirnya pihak polisi memberikan bujukan dan sang pemuda tersebut pergi dengan membawa surat tilang.

About The Author

Reply