Kabar Militer Dunia – AS Sekarang Andalkan Drone

Negara adidaya seperti Amerika Serikat yang saat ini tidaak lagi untuk mengandalkan dari pengarahan pasukan besar-besaran. Akan tetapi untuk bisa menjalankan operasi militer yang seminimal kemungkinan bisa melibatkan adanya manusia yang berada di wilayah konflik. Maka dari itu, Amerika Serikat yang sudah mulai untuk menerlibatkan dari banyak pesawat-pesawat drone atau pesawat tanpa awak untuk bisa operasi militer terbatas.

Seperti dari adanya strategi yang sudah di lontarkan dari Presiden Barack Obama pada saat dirinya telah berpidato di hadapan dari beberapa anggota Kongres bersama dengan pejabat pemerintah pada hari  Selasa malam di saat waktu Washington DC. Bisa di sebutkan menjadi sebagai “State of The Union” ini yang sudah menjadi pidato tahunan dari negara tersebut untuk bisa menjabarkan dari kebijakan-kebijakan baru pemerintahan.

Untuk salah satunya dari langkah yang baru bisa untuk di terapkan kepada AS di saat in adalah untuk bisa memaksimalkan  kepentingan dari AS untuk bisa menegakkan kemanan sekaligus untuk bisa melindungi dari seluruh warganya di negara luar.

“Untuk bisa untuk menjadi panglima tertinggi, saya yang sudah lancarkan dari kekuatan seperlunya untuk bisa melindungi dari rakyat Amerika dan saya merasa untuk ragu seperti bisa menggunakan selama menjadi presiden. Akan tetapi saya yang tidak akan mengirimkan pasukan ke situasi yang buruk jika memang benar benar masih di perlukan,” ujarnya membenarkan.

“Saya sendiri yang tidak akan membiarkan kepada anak-anak untuk terjebak di dalam suatu konflik-konflik yang tidak aka nada habisnya,” ujar tegas dari Barack Obama yang sudah di sebutkan di dalam pidatonya berkali-kali dapatkan suatu riukan tepuk tangan meriah dari para hadirin yang sudah hadir untuk acara tersebut. dari adanya gelaran ini langsung di siarkan dalam CNN.

Obama yang sudah mengatakan kalau dari AS terlibat adanya suatu peperangan yang ada di medan yang perlu untuk bisa di perangi. Bukan dalam suatu medan seperti yang sudah di inginkan dari para teroris, seperti dari pengerahan pasukan yang sangat besar-besaran yang sudah menguras dari banyak kekuatan dan bisa menjadi suatu esktremisme.

About The Author

Reply