Home » Misteri »

Kabar Misteri – Bigfoot Makhluk Setengah Manusia Dari Amerika

 

Beberapa orang peneliti yang dipimpin oleh Melba Ketchum yang berasal dari DNA Diagnostics di Nacogdoches, New Mexico, wilayah Amerika Serikat, menyatakan berhasil mengurutkan genom yang ada pada  mahkluk misterius bigfoot (Sasquatch). Hasil dari penelitian tersebut mereka muat dalam sebuah jurnal bernama DeNovo sebuah jurnal yang dibeli serta dinamai sendiri oleh Ketchum sebab para peneliti konvensional yang lain pada umumnya scara tegas menolak hasil dari studi tersebut, Selasa (19/2/2013).

Di dalam hasil studi oleh kelompok Ketchum diterangkan bahwa sebenarnya bigfoot berupa makhluk hibrida. Ia terlahir dari persilangan diantara Homo sapiens berjenis kelamin perempuan dengan pria yang berasal dari spesies hominin lain yang masih belum bisa teridentifikasi dengan jelas.

Kesimpulan tersebut mereka dapatkan usai mempelajari sejumlah 111 sampel DNA yang mana sampel tersebut diyakini berasal dari makhluk bigfoot yakni berupa bulu, rambut, daging, serta darah. Tim tersebut lalu mengurutkan 20 genom mitokondria yang lengkap, 10 genom mitokondria yang berupa sebagian, serta tiga genom nuklir yang telah lengkap. Meskipun demikian, hasil dari penelitian ini sedianya telah menerima banyak kritikan, terutama tentang DNA tersebut yang diyakini telah terkontaminasi dengan gen manusia masa kini. Selain hal itu, tim yang dipimpin oleh Ketchum ini juga berspekulasi bahwa persilangan bigfoot terjadi sebab adanya manusia yang telah berpindah ke Greenland dengan menggunakan cara berjalan dimana bukti tentang hal tersebut tak pernah ada.

Bigfoot adalah makhluk yang sering digambarkan tinggi besar dan memiliki bulu yang mirip dengan monyet. Tetapi, kehadirannya sendiri masih banyak dipertanyakan dan selalu dikaitkan dengan sejumlah mitos lokal. Sejumlah pernyataan yang telah menyebut sempat bertemu dengan bigfoot ternyata adalah tipuan belaka. Salah satunya yang pernah terjadi di tahun 2008 silam saat dua orang pria mengaku menemukan mayat bigfoot yang memiliki tinggi hingga dua meter di tengah hutan bagian selatan Georgia, Amerika Serikat. Teusur punya telusur, ternyata laporan itu palsu belaka. “Mayat” dari bigfoot yang telah didokumentasikan oleh kedua pria tersebut hanyalah seonggok kostum bulu. Hasil dari tes DNA yang didapat pun berupa campuran manusia dengan opossum.

No related content found.

Be Sociable, Share!