Kabar Nasional – 2.500 Warga Mantan Timor Timur Meminta Kepemilikan Tanah

 

Ada sebanyak 2.500 warga mantan Timor Timur yang telah beralih status menjadi Warga Negara Indonesia. Namun, warga ini telah meminta lahan yang telah mereka tempati pada Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk menjadi hak milik mereka.

Hendrik Paut selaku Sekda Kabupaten Kupang telah mengatakan apabila 2.500 warga eks Timor Timur tersebut, pada saat ini memang telah menempati rumah – rumah yang merupakan bantuan social yang datang dari pemerintah pusat.

“Tetapi status tanah tersebut tidak jelas. Ada ribuan warga eks Timor Timur yang telah tersebar dalam berbagai pelosok di Kab Kupang. Mereka telah meminta supaya lahan pemerintah yang telah mereka tempati pada saat ini, untuk menjadi hak milik mereka,” jelas Paut ketika ditemui di Kupang pada Senin 24/4/2017.

Paut juga menambahkan apabila Pemerintah Kabupaten Kupang sudah mengirimkan surat pada Presiden Joko Widodo guna membantu pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan yang telah dihadapi oleh 2.500 warga eks Timor Timur itu.

“Apabila terdapat intervensi dari pemerintah pusat, persoalan yang telah dihadapi oleh warga pada saat ini mampu teratasi. Misalnya saja terdapat program pembangunan rumah baru untuk warga miskin yang khusus bagi warga yang berasal dari Timor Timur tersebut,” tambah Paut.

Paut pun menjelaskan apabila warga yang berasald ari Timor Timur sebagaian memang telah direlokasi pada sejumlah kawasan pemukiman baru yang sudah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kupang. Tetapi, sebagian lagi masih berada pada lokasi pemukiman yang telah menjadi tempat pengungsian dari warga eks Timor Timur yang telah menempatinya semenjak tahun 1999 silam.

Sebagiamana penilaian Paut, program bantuan pemerintah berupa perumahan layak huni yang telah digagas oleh pemerintah pusat, akan menjadi solusi guna mengatasi persoalan yang telah dihadapi oleh warga eks Timor Timur yang berada di Kabupaten Kupang.

Huru – hara yang telah terjadi pada Provinsi Timor Timur di periode 1975 – 1999 telah membuat pemerintah akhirnya menggelar referendum pada 30 Agustus 1999. Pada referendum tersebut, sebanyak 94.388 penduduk atau 21.5 % lebih memilah Timor Timur tetap berada di bawah pemerintahan Indonesia. Sementara itu, 344.580 penduduk atau 78.5 % warga telah memilih Timor Timur Merdeka.

Akhirnya, pemerintah secara resmi telah melepaskan Provinsi Timor Timur sebagai Negara yang merdeka pada tanggal 20 Mei 2002.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author