Kabar Nasional – 2 Anak Dipaksa untuk Oral Oleh Tetangganya

 

Ada 2 orang bocah yang ada di Palembang telah menjadi korban dari pencabulan yang sudah dilakukan oleh tetangganya yang berinisial RD usia 55 tahun. RD sebelumnya memang sudah ditetapkan menjadi seorang tersangka dari kasus yang sama namun penahanannya telah ditangguhkan oleh pihak polisi.

Ke-2 bocah itu adaah anak laki-laki yang memiiki inisial DY usia 9 tahun dan juga anak perempuan yang berinisial BN usianya masih 5 tahun. Telah di dalmpingi pihak orang tua, ke-2 korban telah dilaporkan ke pihak polisi.

DY telah mengakuui bahwa pencabulan yang sudah dialaminya itu saat mereka melintas di kediaman pelaku yaitu di jalan teratai putih, kel. Sukarami, Kec. Sukarami Palembang beberapa waktu silam dan bocah itu masih berada di sekolah dasar kelas 4 dipanggil ke kediamannya.

Dengan adanya ancaman akhirnya pelaku telah memaksa DY untuk mengoral kemaluannya tanpa melepaskan celana yang dia pakai. Karena ketakutan DY menuruti keinginan sang pelaku. “Om RD telah memaksa saya untuk mengocok kemaluannya dengan menggunakan tangan, dia menarik-narik,” jelas dy disaat melaporkan ke spkt polda yang ada di Sumatra selatan, sesuai yang dilansir dari merdeka.com pada hari senin, 05/09/2016.

Setelah hal tersebut, korban kemudian disuruh pulang & diminta agar tidak menceritakan kepada siapapun. Korban kemudian menceritakannya kepada ortunya sehingga pelaku telah ditangkap. “baru sekali saja, namun takut jika melewati rumahnya,” jelasnya.

Sementara JN yang berusia 33 tahun dan juga tetangga sang pelaku, ternyata anak perempuannya yang berusia 5 tahun menjadi korban atas oencabulan pelaku. JN juga melaporkannya ke pihak Ppolsek Sukarami. Namun, walaupun sudah ditetapkan menjadi tersangka, namun ternyata Rd masih saja berkeliaran.

“Kata pihak polisi Rd memang mendapatkan penangguhan. Namun, nyatanya ada juga korban yang baru lagi nantinya. Anak pertama saya, kami sangat berharap agar RD segera di tanggap jadi kampong kami akan aman,” harapannya.

Djarot P. selaku Kabid Humas polda, disaat menkonfirmasi telah mengatakan bahwa dari pihaknya akan meminta penjelasan terkait dengan penaguhan penahanan dari pelaku yang sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan pelaku tetap bisa mengulangi perbuatannya tersebut kepada korban yang lainnya.

“kasus ini memang secepatnya segera ditangani, bagi penyidik PPA haruslah segera bergerak untuk bsia memanggil terlapor,” tambahnya.

Be Sociable, Share!