Kabar Nasional – Ahok Diperiksa Di Mabes Polri Hari Ini

 

Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan Ahok selaku Gubernur Nonaktiif dari DKI Jakarta akan menjalani pemeriksaan yaitu sebagai tersangka karena penistaan agama yaitu pada hari Selasa, 22/11/2016 seperti yang sudah dilansir dalam kompas.com pada hari Selasa, 22/11/2016.

Dari Insp. Jend. Boy Raafli Amar yaitu kepala Divisi dari Humas Polri telah mengatakan bahwasannya pemeriksaan akan dilakukan yaitu di gedung utama Mabes Polri. “Bapak Ahok akan diperiksa untuk pertama kalinya yaitu sebagai tersangka pada pukul 09:00 ataupun 10:00 WIB di Mabes Polri,” jelas boy saat ditemui dikompleks Mabes Polri di Jakarta pada hari Senin kemarin.

Hal itu memang sana dengan disaat Ahok dimintai keterangan sebagai pihak yang terlapor di tingkat penyelidikan. Disaat polisi telah beralasan atas pertimbangan dari keamanan. Boy juga tidak membantah ataupun membenarkan disaat ditanya apakah alasan dari pemeriksaan yang ada di gedung utama mabes Polri itu dikarenakan alasan keamanan.

“”pemilihannya yang sudah dinilai peling tepat yaitu di gedung itu. di Kantor Kabareskrimm ka nada disini juga,” ujar roy. Disata itu, proses penyidikan dari kasus dugaan penistaan agama akan terus bergulir. Sejak adnaya penetapan tarsangka atas kasus tersebut, setiap hari polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna disusun di dalam sebuah berita acara untuk pemeriksaan dan juga melengkapi berkas perkara.

Jika tidak ada halanga, para penyidik akan menuntaskan penyusunabn perkara itu dalam waktu sepekan ini. lalu, berkasnya akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum guna dipelajari. “Itu dari target kamim di dalam seminggu ataupun 2 minggu kedepan ini,” jelas Boy.

Disaat polisi belum melakukan tindakan penahanan kepada bapak Ahok. Bagi Boy, para penyidik yang memang berhak menentukan apakah seseorang itu layak ditahan ataukah tidak. Ada sebuah pertimbangan syarat objektif dan juga subyektif dair sudut pandang para penyidik. Maka dari itu, untuk saat ini para penyidik  menganggap bapak Ahok kooperatif dengan adanya proses hukum.

“Para penyidik memang belum ada urgensi untuk bisa memutuskan di dalam konteks meakukan tindakan penahanan, dikarenakan tetap merujuk kepada hukukm acara yang sudah ada, bahwasannya setiap tersangka bsia dilakukan penahanan, namun sifatnya memang tidak wajib,” jelas Boy mengakhiri.

Be Sociable, Share!