Kabar Nasional – Akhir Cerita dari Biksu Penyekap 5 Bocah di Batam

 

Berburuan yang dilakukan Kepolisian Polres Balerang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terhadap seorang biksu yang diduga telah mengekploitasi anak, menyekap lima orang bocah, serta mencabuli sejumlah anak, berbuah hasil. Biksu tersebut berinisial YCH itu kemudian berhasil diringkus di depan sebuah hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis pagi tadi.

Setelah ditangkap, biksu itu kemudian dibawa polisi munuju ke Batam. Rencanya, biksu itu menjalani pemeriksaan terkait dengan kasus dugaan eksploitasi anak.

“Sang pelaku eksploitasi anak dan pencabulan itu sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Komisaris Polisi Agung Dima Sunarnya, Kasat Reskrim Polres Barelang, pada Kamis (31/08/2017).

Berdasarkan dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh aparat polisi dari proses pemeriksaan sejumlah saksi, sang biksu itu bakal dijerat dengan dua pasal pidana, yakni eksploitasi anak di bawah umur serta pencabulan.

Satuan Reskrim Polresta Barelang telah menangani kasus eksploitasi kepada lima bocah. Sedangkan kasus pencabulan anak itu kemudian akan ditangani oleh penyidik Bareskrim Polri.

“Kasus pencabulan itu tempat kejadian perkaranya di Jakarta,” kata Agung, pada Selasa 29 Agustus lalu.

Selain biksu itu, para penyidik dari Satuan Reskrim Polresta Barelang juga telah menetapkan seorang penjaga Vihara Purnama Mahayana di kawasan Nongsa, Batam, sebagai seorang tersangka. Sang penjaga diduga kuat telah membiarkan perlakuan mlenceng sang biksu terhadap lima bocah di Batam.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Dede yang juga Ketua Pasundan di Batam, sudah menyelamatkan lima bocah yang diduga disekap oleh biksu yang berinisial YCH di Wihara Purnama Mahayana, di kawasan Nongsa. Kelima bocah itu antara lain, DW (15) asal Bogor, AY (15) asal Banjarnegara, SA (12) asal Banten, W dan J (16) berasal dari Tegal.

Berdasarkan dari pengakuan Dede, dirinya nekat masuk ke dalam wihara setelah dirinya mendapatkan laporan dari warga jika ada anak yang berasal dari Jawa Barat disekap di wihara di Batam. Kemudian selepas magrib, Dede bersama dengan ketua RT setempat langsung medatangi wihar itu.

Ternyata tak hanya menjadi korban penyekapakan saja, salah satu dari kelima bocah itu diduga kuat juga menjadi korban pencabulan. Hal itu tersebut dibuktikan dengan hasil visum dari pihak rumah sakit.

“Hasil visum pada anak berinisial SA, adanya robekan pada bagian kemaluannya,”  terang Dede.

Be Sociable, Share!