Kabar Nasional – Alih – Alih Mendapatkan Harta Dari Bank Gaib Jin, Pembuat Uang Palsu ini Harus Masuk Bui

 

Tergiur mendapatkan uang dengan cara mudah yang ada di bank gaib, Bam (34), nekat melakukan pencetakan uang palsu sehingga membuat dirinya harus berurusan dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Bali. Bam dibekuk aparat polisi saat berada di daerah Dusun Air Anakan, Desa Banyubiru, Negara beserta dengan barang bukti uang palsu yang dia bawa.

Selanjutnya kepolisian juga melakukan penggeledahan tempat kos Bam yang terletak di Desa Tuwed, Kecamatan Malaya dan polisi berhasil menemukan uang palsu lainnya, termasuk yang belum sempat dibuat dengan sempurna.

“Kami mendapatkan informasi terkait adanya penggandaan uang di Desa Tegalbadeng Timur. Dari hasil penyelidikan yang diperoleh, kami berhasil menangkap pelaku Bam yang mencetak uangnya dari bahan kertas HVS,” ujar Ajun Komisaris Yusak Agustinus Sooai, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, di Negara, Selasa (23/05/2017). Seperti yang dilansir di Antara.

Menurut Yusak, total jumlah uang palsu yang berhasil disita oleh kepolisian mencapai Rp 39 juta yang semuanya merupakan pecahan uang Rp 100 ribu yang dicetak dengan kertas HVS. “Namun kami masih melakukan pengembangan dari keterangan yang diperoleh dari pelaku, termasuk dengan mendalami adanya kemungkinan maksud dari pembuatan uang palsu itu untuk diedarkan,” kata Yusak.

Saat diperiksa polisi, laki – laki asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu mengaku jika uang palsu yang dibuatnya sendiri itu nantinya akan ditukar atau digunakan sebagai alat meminjam harta yang ada di alam jin. Supaya bisa menukar uang palsu tersebut dengan harta dari jin, dirinya menjalani ritual sendiri yang dia dapat dari bisikan yang berasal dari hatinya, walapun hal itu tidak terbukti.

Saat ini pelaku menjalani proses pemeriksaan terkait dengan perbuatannya tersebut. Aparat polisi juga masih melakukan investigasi untuk mencari adanya niatan pelaku mencetak uang palsu itu.

Akibat dari perbuatan yang dia lakukan dengan membuat uang palsu tersebut, ia akan dijerat dengan pasal berlapis Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 yang berisi tentang Mata Uang dengan ancaman kurungan 10 dan 15 tahun penjara.

Be Sociable, Share!