Kabar Nasional – Andi Narogong Dikabarkan Melobi DPR guna Loloskan Anggaran e – KTP

 

Pengusaha Andi Agustinus atau sering disebut Andi Narogong, selaku tersangka dalam kasus dugaan mega korupsi proek e – KTP. Dirinya disebutkan sebagai pihak yang telah melobi anggota DPR guna meloloskan anggaran dari proyek yang nilainya mencapai Rp 5,9 triliun. Andi pun dinilai mampu untuk melakukan hal tersebut, sebab dirinya merupakan salah satu pengusaha besar.

Johanes Richard Tanjaya selaku Direktur PT Java Trade Utama telah menyampaikan hal tersebut ketika menjadi saksi atas dua terdakwa dari perkara e – KTP, Sugiharto dan Irman pada persidangan e – KTP yang telah berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis 20/4/2017.

Johanes mengungkapkan apabila dirinya telah mengetahui bahwa Andi merupakan orang yang mampu melobi anggota DPR, Irman. Pada waktu itu, Johanes mengungkapkan apabila Irman telah meminta dirinya sama seperti Andi yang juga mampu melobi anggota dewan guna meloloskan anggaran untuk dana e – KTP.

“Melakukan seperti Andi (meloloskan anggaran e – KTP). Andi merupakan penguasaha besar. Memang kami belum mampu seperti itu,” jelas Johanes pada saat berada di ruang siding ketika  bercerita terkait perbincangannya bersama Irman.

Johanes pun mengungkapkan apabila Andi yang telah mengatur proyek e – KTP, yang akhirnya telah dimenangkan oleh  Konsorsium PNRI atau Percetakan Negara Republik Indonesia pada lelang proyeek itu.

Johanes adalah ketua dari Tim Fatmawati yang telah dibentuk oleh Andi guna mengatur proyek e – KTp. Dirinya pun mengaku sudah sering berkomunikasi bersama Andi terkait persiapan dari proyek yang telag ditengarai telah merugikan Negara sampai Rp 2,3 triliun.

Tetapi, Johanes telah mengklaim tidak pernah berbicara terkait keuntungan pada proyek yang telah terjadi di era Presiden SBY tersebut. Dirinya hanya mempersiapkan terkait masalah teknisnya saja, utamanya yang terkait pada masalah IT.

“Bersama Andi, saya tak pernah membahasnya. Saya berprinsip untuk segera menyelesaikan system. Saa merancang system dengan bagus,” ujar Johanes.

Bahkan, Johanes pun mengaku bahwa dirina tidak pernah mendapatkan upah dari Andi atas pekerjaannya untuk mempersiapkan proyek e – KTp. Johanes pun menyebutkan bahwa dirinya hanya mendapatkan satu mobil dari Andi, tetapi mobil tersebut pada saat ini telah diberikan pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Be Sociable, Share!