Kabar Nasional – Antasari Menutupi Hasil Pertemuannya Bersama Jokowi

 

Antasari Azhar, mantan Ketua KPK telah menutupi hasil pertemuannya bersama Jokowi pada Kamis sore 26/1/2017. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup yang bertempat di Istana Negara serta berlangsung dalam kurun waktu satu jam.

Antasari sama sekali tidak berkomentar terkait dengan pertemuan tersebut, meski pun telah diberondong dnegan sejumlah pertanyaan dari awak media.

“Sudahlah, mau tahu saja,” ungkap Antasari pada Kompleks Istana Kepresidenan dan memberikan isyarat dengan menaruh jari telunjuk di depan mulutnya.

Mantan jaksa tersebut juga telah terlihat telah menghindari media. Saat keluar, dirinya sudah berdiri dalam kurun waktu lima meter dari sejumlah awak media yang sudah menantikkannya di luar gedung. Gesture gerakan tangannya pun telah menunjukkan hal yang sepertinya tidak ingin untuk dimintai komentar.

“Kemarin, sudah mulai dari pagi hingga malam hari, saya telah meladeni rekan – rekan anda (awak media). Saya pun jadi batuk,” kata Antasari.

Keterangan tersebut telah terputus dikarenakan dirinya telah menghindar ketika dekat dengan awak media. Antasari pun terlihat berputar – putar guna menemukan mobil miliknya. Dirinya akhirnya mamu meninggalkan kompleks Istana sekitar jam 16:53 WIB.

Sebelumnya Antasari telah menyampaikan bahwa kedatangannya menuju Istana dengan tujuan untuk berterima kasih terhadap Jokowi sebab Presiden Jokowi telah menyetujui serta meneken Keppres atas pemberian grasi.

Pada saat itu, dirinya telah membantah akan membahas terkait dengan tindak lanjut dalam pengungkapan kasusnya bersama Presiden.

Sementara tu, Boyamin Saiman selaku kuasa hukum Antasari sempat menyatakan bahwasannya kliennya pun akan segera mengajukan PK pada Mahkamah Agung supaya bisa bebas murni secara hukum terkiat dengan kasus pembunuhan Nasrudin.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa timnya akan segera membongkar pesan singkat terkait dengan perkara pembunuhan tersebut, dimana pesan tersebut sudah diterima oleh Antasari pada tahun 2010 silan. Pada waktu itu, sebenarnya kuasa hukum Antasari sudah melaporkannya pada Polda Metro Jaya, tetapi tidak ditindaklanjuti.

Pesan singkat tersebut diyakini jadi novum maupun bukti baru dalam pengajuan PK yang sekaligus juga mampu untuk membongkar dari kasus yang telah menjerat Antasari.

Be Sociable, Share!