Kabar Nasional – Arti Tangis Ahok Saat Dipersidangan Perdananya

 

Terdakwa dari kasus dari dugaan penistaan agama yaitu bapak Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disebut sebagai Ahok menangis di dalam sidang perdananya saat di pengadilan Negeri Jakarta Utara. Terllihat Ahol menangis disaat membacakan nota keberatan atas dakwasaan yang sduah disampaikan dari Jaksa Penuntut Umum.

Ketua tim hukum dari pihak Ahok yaitu Sirra Prayuna telah mengatakan bahwasannya klinennya menangis dikarenakan dia merasa pertentangan batin bagi Sirra, Ahok merasa bersedih dikarenakan tidak menyangka sudah dituduh sebagai menista agama.

“Dia juga sangat sedih bahwasannya batinya dengan kultur budaya yang sudah selama ini membesarkan dia, namun kok dia dapat mendapatkan tuduhkan telah melakukan penistaan agama yaitu sebagai terdakwa di dalam persidangan pagi ini,” jelas Sirra setelah dilakukannya persidangan yang terjadi di PN Jakarta Utara yaitu terletak di jalan gajah mada, Jakpus seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com pada hari Selasa, 13/12/2016.

Didalam persidangan tadi pagi Ahok memang sudah terlihat menangis disaat membacakan norta keberatanya kurang lebih sekitar 20 menit. Dia telah menangis sampai harus diberikan tisu dari salah satu petugas yang ada di sana.

Tidak hanya menangis saja, suara Ahok pun juga terdengar gemetaran disetiap kali dilakukan  membacakan nota keberatan itu. “Sebagai orang ada di lingkungan agama Islam, ini sangatlah tak mungkin jika saya menghina agama islam dan juga menghina para ulama,” jelas Ahok saat membacakan dari nota keberatannya.

Sirra telah menceritakan Ahok selama ini memang sduah hidup di dalam komunitas dari Masyarakat muslim. Bersama dengan Ibu angkatnya, jelas Sirra Ahok  juga telah menjalankan kewajiban spiritual dan juga amanah dari Ibu angkatnya misalnya saja berzakat dan juga menjaga kerukunan untuk umat beragama.

Bagi Sirra, Ahok tidak bermaksud untuk menistakan agama dengan adanya surat Al-Maidah 51 ini.  Sirra telah menjelaskan bahwa itu sebaliknya, Ahok justru selalu digagalkan dengan adanya surat Al-Maidah ayat 51 dan terjadi dari menjadi calon bupati saat di Belitung Timur.

Sirra sangat berharap bahwa dari proses peridangan itu bisa menyelesaikan sebuah konflik social denagn beradap dan juga bermartabat. Dia juga meminta agar dari pihak masyarakat juga menghormati proses hukum & tetap menjaga independensi para hakim guna dapat memutuskan sesuai fakta  yang telah terungkap di dalam persidangan.

Be Sociable, Share!