Kabar Nasional – Asyam Sempat Menginginkan untuk Mengundurkan Diri Ketika Diksar Lawu

 

Sri Handayani selaku Ibunda dari Syaits Asyam, 21 tahun, telah mendengarkan sejumlah kejanggalan akan tewasnya Asyam. Berdasarkan dari salah satu pengakuan dari salah seorang teman menceritakan bahwa Asyam sebetulnya sudah menyerah pada saat kegiatan pendidikan dasar dari TGS atau The Great Camping yang berlangsung di lereng Gunung Lawu.

“Salah seorang temannya telah menceritakan kepada saya bahwa Asyam bilang ingin segera mengundurkan diri. Namun Asyam justru telah dipisahkan pada rombongan yang lanjut,” ungkap perempuan yang berusia 47 tahun tersebut, ketika ditemui oleh wartawan pada rumahnya yang berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin 23/1/2017.

Handayani telah menceritakan bahwasannya putra semata wayangnya tersebut memang baru untuk yang pertama kalinya naik gunung. Memang sejak kecil, Asyam sudah terbiasa sibuk dengan beragam kegiatan. Dikarenakan atas sibuknya aktivitas yang dilakukan oleh Asyam, dirinya pun memberikan panggilan Asyam dengan sebutan ‘Pak Menteri”.

“Saya memang sering mengungkapkan pada Asyam, ‘Begitu ya inginnya kamu Nak, apabila itu menyenangkan ibunya, hingga sibuk sekali,” jelasnya.

Dari pandangan sang ibu, Asyam yang sudah mengenyam pendidikan menengah atas di SMA Kesatuan Bangsa, adalah anak yang saleh dan penurut. Sebab itulah, Sri merasa yakin bahwa Asyam tak akan melawan seniornya daam kegiatan TGC itu.

“Memang semenjak masih kecil, SMA juga berada di asrama, ada kegiatan yang banyak sekali. Saya pun menanyakannya pada temannya, apakah Asyam melakukan perlawanan terhadap kakak – kakaknya. Teman – teman Asyam pun menjawabnya tidak. Memang dia anaknya penurut kok,” pungkas Handayani.

Seno Aji 57 tahun selaku paman Asyam, pun menyampaikan bahwa pihak keluarga begitu menyayangkan peristiwa tersebut. Ditambah lagi sampai dengan saat ini, masih belum ada pihak kampus yang menemui pihak keluarga guna menjelaskan apa yang sebelumnya telah terjadi ketika TGC yang berlangsung di lereng Gunung Lawu dan telah mengakibatkan Asyam meninggal dunia.

“Sama saya aja ya mas dan mbak (wartawan). Kami semua hanya mengetahu katanya dan katanya. Kalau saja ibunya sudah terlambat datang menuju rumah sakit, maka kita pun tidak akan mengetahui apa – apa. Sebab Asyam memang sempat bercerita secara langsung kepada ibunya, sebelum akhirnya dia meninggal dunia,” jelas Seno.

Be Sociable, Share!