Kabar Nasional – Badan Siber Nasional Tinggal Menunggu Perpres

 

Pembentukan Badan Siber Nasional atau Basinas telah disebutkan tinggal menunggu tandatangan serta persetujuan dari Presiden Joko Widodo melalui peraturan presiden. Hal tersebut teah disampaikan oleh Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informasi pada rapat kerja bersama Komisi l DPR pada Rabu 31/5/2017.

Sejumlah anggota dari Komisi l DPR telah mempertanyakan status lembaga yang sudah diwacanakan semenjak era Kemeterian Bidang Polhukam dipimpin oleh Luhut Pandjaitan.

“Statusnya Perpres, seluruh menteri sudah paraf. Begitu pula saya, sudah paraf juga. Saat ini, tengah dikoordinasikan oleh secretariat negara untuk bisa mendapatkan persetujuan dari Pak Presiden pada bentuk Peraturan Presiden,” ungkap Rudiantara.

Sesudah terbentuk, Riantara pun menjelaskan apabila Basinas bisa menjadi pusat untuk mengkonsolidasikan atas seluruk aktivitas lembaga yang berkaitan isu Cyber Security.

Atas leading sector Basinas, Rudiantara mengaku tak mau ambil pusing. Bahkan dirinya mengklaim tak keberatan apabila nantinya ada banyak sumber daya manusia yang merupakan bagian Kemkominfo akan banyak ditarik menuju Basinas.

“Yang terpenting ialah bagaimana Direktorat Keamanan berproses dengan lainnya menjadi lebih cepat,” kata Rudiantara.

Desakan agar segera merampungkan Basinas pun kembali telah disuarakan sesudah adanya serangan ransom ware WannaCry. Serangan WannCry ini seolah telah menjadi tamparan bagi pemerintah Indonesia tentang perlu adanya badan kusus yang bisa melindungi dari serangan cyber. Padahal, pembentukan lembaga sudah direncanakan Luhut ketika menjabat sebagai Menko Polhukkam yang akan rampung Agustus 2016.

Tetapi sebagaimana diketahui, sampai dengan saat ini pemerintah pun masih belum merealisasikan pendirian dari Basinas. Basinas pun masih dalam proses penggodokan atas aturan – aturan untuk bisa menjadi dasar dari berdirinya Basinas.

Basinas telah direncanakan ada di bawah koordinasi dari Kemenko Polhukam dengan Kemenkominfo, Badan Sandi Negara, Badan Intelijen Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Perhanan.

Apabila prosesnya rampung, maka Basinas mengintegrasikan institusi dari unit keamanan siber pada sejumlah lembaga yang saat ini masih terpisah – pisah. Basinas akan menjadi pusat dari lembaga – lembaga tersebut, sehingga bisa menjadi satu.

Be Sociable, Share!