Kabar Nasional – Bahaya, Kolor Ijo Kabur Dari Penjara Lapas Klas 1 Makassar

 

Insiden kaburnya para tahanan sampai saat ini terus berlanjut. Tiga narapidana, satu diantaranya adalah napi kasus kolor ijo yang mempunyai rekam jejak kasus di Kabupaten Luwu Timur, kabur dari sel Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) kelas 1 Makassar, Minggu (07/05/2017).

Kepala Kanwil Kemenkumham (Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda mengungkapkan, ketiga napi tersebut berhasil melarikan diri di waktu tengah malam dengan cara menggergaji teralis besi sel lalu kemudian melewati selokan dan berhasil naik di atas pos yang saat itu tidak dijaga oleh petugas.

“Petugas kita sangatlah terbatas itulah yang menjadi celah untuk ketiga narapidana ini melarikan diri,” ujar Sahabuddin via telepon.

Untuk identitas dari ketiga napi yang berhasil kabur, kata Sahabuddin, saat ini belum teridentifikasi secara keseluruhan sebab masih menunggu data yang akurat dari petugasnya yang berada di Lapas Klas 1 Makassar.

“Saat ini saya masih berada di Jakarta jadi masih menunggu hasil identifikasi petugas yang berada di Lapas dulu. Yang ada saat ini baru seorang napi yang sudah diidentifikasi yaitu napi yang bernama Iqbal yang merupakan salah satu terpidana mati dari kasus “Kolor Ijo” atau tindak pencabulan yang terjadi di wilayah Kab. Luwu Timur,” jelas Sahabuddin.

Untuk dua narapidana lainnya, sambung Sahabuddin, diketahui sebagai napi terpidana seumur hidup. Tapi, dirinya belum mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kedua napi tersebut.

“Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Rappocini untuk mengejar ketiga narapidana yang melarikan diri itu,”katanya.

Salah satu napi yang berhasil kabur bernama Iqbal alias Jeje Bala (33) dengan riwayat kasus Kolor Ijo itu sebenarnya tengah menjalani proses hukuman pidana mati yang divonis oleh Pengadilan Negeri Malili, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Rabu (24/07/2016).

Vonis mati yang dijatuhkan pada Iqbal dikarenakan dirinya secara menyakinkan dan sah telah melaukan tindakan pembunuhan berencana, penganiayaan berat yang dilakukan dengan cara menusuk alat kelamin korbannya sedikitnya 20 wanita di wilayah Malili serta tindak penganiayaan anak dibawah umur. Bahkan salah seorang korbannya yang bernama Suryani alias Ani (21) meninggal dunia.

Pada 12 Januari 2016 silam, digelar rekontruksi oleh pihak Polres Luwu Timur terkait kasus yang dilakukan Iqbal sebagai tersangka Kolor Ijo. Dalam rekontruksi yang digelar itu terungkap jika dirinya beraksi hanya seorang diri dengan menyiapkan peralatan berupa pisau, senter dan sepeda motor.

Sebelum menjalankan aksinya, dia memantau keadaan kondisi rumah calon korbannya. Aksinya tersebut diketahui setelah berjalan setahun lebih.

Be Sociable, Share!