Kabar Nasional – Bandar Sabu Ajak Duel Petugas BNN Sebelum Ditangkap

KWS 26 tahun, salah seorang bandar sabu telah digiring menuju kantor BNNP Bali yang ada di Denpasar. Hal tersebut dilakukan setelah dirinya kedapatan sudah mengambil paket sabu pada hari Selasa 21/3/2017. Dari tangan tersangka, petugas telah berhasil mengamankan sabu seberat 107.76 gram.

Brigadier Jenderal Putu Gede Saustawa selaku Kepala BNNP Bali telah mengungkapkan bahwasannya pelaku sudah berhasil diamankan ketika mengambil paket narkoba dnegan jenis sabu pada Jalan Tukad Badung di Renon, Bali. Saat ini pelaku pun diamankan oleh pihak kepolisian guna pengembangan lebih lanjut.

“Kita sudah berhasil mengamankan pelaku setelah adanya laporan dari masyarakat. Berkisar pkul 18:00 WITA, dari petugas kami yang sebelumnya sudah melakukan pengintaian, mendapati bahwa pelaku mengambil paket sabu,” kata Brigjen Saustawa sebagaimana yang telah dikutip dari Merdeka.com pada Rabu 22/3/2017.

“Ketika tersangka akan meninggalkan lokasi serta sudah membawa pesanannya, kemudian anggota kami pun langsung melakukan penghadangan,” tambahnya.

Ketika hendak ditangkap, pemuda tersebut sempat melakukan perlawanan sampai sempat terjadi baku pukul antara dirinya dengan petugas BNN dari Bali itu.

“Memang sempat ada sedikit perlawanan yang telah dilakukan oleh tersangka. Barang bukti berupa sabu – sabu seberat 101,76 gram yang dimiliki oleh pelaku sudah berhasil kita amankan dan selanjutnya akan kita jadikan sebagai barang bukti,” bebernya.

Tidak hanya sabu seberat 101,76 gram yang diamankan, pihak BNN juga telah mengamankan barang bukti yang lainnya yakni sepeda motor serta telepon seluler milik tersangka. Berdasarkan keterangan dari tersangka, barang bukti berupa narkotika itu telah didapat dari seseorang yang cirri – cirinya sudah dikantongi oleh petugas BNNP Bali. Selanjutnya, petugas pun akan melakukan pengembangan kasus ini guna mencari tersangka baru yang telah terlibat dalam jaringan ini.

“Pelaku telah dijanjikan diberi uang ongkos senilai RP 2 juta di setiap pengambilan narkoba yang menggunakan sistem temple itu,” pungkas Saustawa.

Tersangka kini dijerat dengan pasaI 114 ayat 2, pasaI 112 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 terkait dengan narkotika yang ancaman hukumannya minimal 6 tahun serta maksimal seumur hidup ataupun hukuman mati.

About The Author